Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 46

Raja Pimpin Pasukan Empat Laksa

07 September 2017, 09: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Raja Pimpin Pasukan Empat Laksa

Share this          

“Panji-panji hitam, merah dan putih dikibarkan tanpa iringan umbul-umbul sehingga kebarannya terdengar lembut seperti desah nafas kawanan hantu”

48. Petaka di Tengah Badai

    Ring saka kala mukti guna paksa rupa madhu masa ta pwa caritan/ Sri Jayanagara prabhu numangkatanghilangaken musuh ri lamajang/ bhrasta Pu Nambhi sak sakula gotra ring Pajarakan kutanya kapugut/ wrinwrinares tikang jagati kaprawiranira sang narendra siniwi

Pada awal bulan Madhu masa tahun 1238 Saka Sri Baginda Maharaja Jayanagara bersama bala pasukan Wilwatikta bergerak menuju Lamajang bagaikan kawanan siluman, brekasakan, ilu-ilu, mambang, wwil, dan banaspati, karena berangkat dari kutaraja Wilwatikta pada senja hari dan bergerak dalam barisan yang bersaf-saf tanpa suara.

Panji-panji hitam, merah dan putih dikibarkan tanpa iringan umbul-umbul sehingga kebarannya terdengar lembut seperti desah nafas kawanan hantu di tengah suara gemerisik daun-daun kering yang berguguran dihembus angin malam.

     Tidak seperti biasa, bala pasukan Wilwatikta yang berjumlah empat laksa sekitar 40.000 prajurit yang dipimpin sendiri oleh Sri Baginda Maharaja Jayanagara itu, diperkuat oleh panglima, manggalayudha, perwira, dan nayaka seperti Rakyan Menteri  i  Hino Dyah Pamasi, Rakyan Menteri i Halu Dyah Singlar, Rakyan Menteri i  Sirikan  Dyah Palisir, Rakryan Demung Pu Renteng, Rakryan Rangga Pu Sasi, Rakryan Kanuruhan Mapanji Elam, Rakryan Tumenggung Pu Wahana, dan para  nayaka bawahan Dyah Halayudha seperti  Dyah  Rangganata, Dyah Kameswara, Dyah Wiswanata, Pu Jalu, dan pendamping utama maharaja, Sang Arya Dewaraja Pu Aditya.

Keberangkatan Sri Baginda Maharaja Jayanagara dari kutaraja Wilwatikta ke Lamajang, menurut kabar, adalah untuk menghancur-binasakan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta semua sekutunya yang sedang menyusun kekuatan untuk memberontak terhadap kekuatan dan kekuasaan Wilwatikta.

Hasrat keinginan Sri Baginda Maharaja untuk menghancur-binasakan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta kawan-kawannya, dilatari oleh laporan Dyah Halayudha setelah kembali dari Lamajang.

Dengan cerita yang sangat meyakinkan, Dyah Halayudha menuturkan bagaimana Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi enggan untuk kembali ke Wilwatikta sebagai perdana menteri Sri Baginda Maharaja Jayanagara.  (bersambung) 

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia