Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 45

Beban Berat Jadi Perdana Menteri

06 September 2017, 11: 56: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Beban Berat Jadi Perdana Menteri

Share this          

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi menarik nafas berat. Usulan Panji Wiranagara, sahabat lamanya sejak mengabdi kepada Sri Prabhu Kertanegara, tepat mengenai simpul ikatan pemikirannya.

Ia yang sejak memperoleh kabar dari Dyah Halayudha tentang ketidak-sukaan  Sri Maharaja Jayanagara, diam-diam sering bertemu untuk saling bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat lamanya.

Dalam pertemuan itu, Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi sampai pada satu simpulan, bahwa dalam beberapa waktu ke depan ia akan mengajukan pengunduran diri sebagai Mahapatih Mangkubhumi Wilwatikta kepada Sri Baginda Maharaja dengan alasan usianya sudah terlalu tua untuk memikul beban berat menjadi perdana menteri kerajaan sebesar Wilwatikta yang terus tumbuh meraksasa di muka bumi.

Setelah merenung beberapa jenak sambil memandang ganti-berganti para sahabatnya seperti Panji Wiranagari, Panji Anengah, Panji Samara, Jaran Bangkal, Ra Semi, dan Mahesa Pawagal, Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi memutuskan untuk menuruti usulan Dyah Halayudha, mengambil cuti panjang dengan permohonan ijin melalui Dyah Halayudha.

Untuk keperluan itu, Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi memohon agar Dyah Halayudha menyampaikan sembah bhaktinya kepada Sri Baginda Maharaja dengan diikuti persembahan hadiah-hadiah kepada Sri Baginda Maharaja berupa aneka kain hasil tenunan penduduk Lamajang, aneka hiasan kerajinan dari perak dan kuningan, kayu gaharu, kerajinan gerabah hias, ayam jago aduan, dan padi sebanyak 200 pikul (satu pikul = 75 kilogram) yang diangkut   20 pedati, yang semuanya dititipkan kepada Dyah Halayudha. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia