Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 44

Lebih Masyhur Dibanding Maharaja

05 September 2017, 14: 17: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Lebih Masyhur Dibanding Maharaja

Share this          

“Namun terlintas pula bayangan Dyah Halayudha yang memberitahunya bahwa Sri Baginda Maharaja diam-diam tidak menyukainya karena alasan sepele”

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi memandang tajam Dyah Halayudha yang duduk bersimpuh dengan wajah menunduk hampir menyentuh lantai. Terlintas dalam benaknya, bagaimana kebaik-hatian Maharaja Jayanegara waktu mengijinkannya kembali ke Lumajang dengan pemberian anugerah yang berlimpah.

Namun terlintas pula bayangan Dyah Halayudha yang memberitahunya bahwa Sri Baginda Maharaja diam-diam tidak menyukainya karena alasan sepele di mana ia lebih masyhur dan lebih dicintai rakyat dibanding maharaja.

Apakah dengan mengambil cuti agak panjang dapat meredam rasa tidak suka Sri Baginda Maharaja, kata Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi dalam hati.

Di tengah keraguan yang mencekam jiwa Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, tiba-tiba Sang Panji Wiranagari, sahabat lama Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi mengajukan usulan,

“Menurut hamba, usulan Yang Mulia Dyah Halayudha ada benarnya. Maksud hamba, meski tugas Yang Mulia sebagai Mahapatih Mangkubhumi Wilwatika sangatlah berat disibukkan dengan aneka macam urusan yang tidak pernah berhenti, meluangkan sedikit waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan jiwa sangatlah penting, mengingat tidak lama lagi Yang Mulia akan memasuki masa wreddha.”

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi menarik nafas berat. Usulan Panji Wiranagara, sahabat lamanya sejak mengabdi kepada Sri Prabhu Kertanegara, tepat mengenai simpul ikatan pemikirannya.

Ia yang sejak memperoleh kabar dari Dyah Halayudha tentang ketidak-sukaan  Sri Maharaja Jayanagara, diam-diam sering bertemu untuk saling bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat lamanya. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia