Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 43

Pemberian Anugerah yang Berlimpah

04 September 2017, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemberian Anugerah yang Berlimpah

Share this          

“Mohon ampun seribu ampun, Yang Mulia,” kata Dyah Halayudha dengan suara rendah, “Menurut hemat hamba, seyogyanya Yang Mulia mengambil cuti sampai semua urusan di Lamajang selesai. Hamba merasa, Sri Baginda Maharaja tidak akan berkeberatan untuk mengijinkannya.”

“Aku akan memikirkan usulanmu itu,” kata Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi menimbang-timbang, “Jika memungkinkan, aku akan menghadap Sri Baginda Maharaja untuk meminta perkenan agar diijinkan mengambil cuti.”

“Ampun seribu ampun, Yang Mulia. Hamba kira Yang Mulia tidak perlu menghadap Sri Baginda Maharaja. Cukuplah Yang Mulia mempercayakan kepada hamba untuk menghadap guna meminta ijin cuti bagi Yang Mulia.

Hamba akan menceritakan bagaimana kesibukan Yang Mulia dalam menerima tamu yang mengalir hampir tak pernah putus. Agar Sri Baginda Maharaja lebih yakin, hamba berharap semua nayaka utusan maharaja maupun kawan-kawan Yang Mulia untuk tidak kembali dulu ke kutaraja karena mereka semua ikut menemani Yang Mulia di sini,” kata Dyah Halayudha menjelaskan alasannya.

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi memandang tajam Dyah Halayudha yang duduk bersimpuh dengan wajah menunduk hampir menyentuh lantai. Terlintas dalam benaknya, bagaimana kebaik-hatian Maharaja Jayanegara waktu mengijinkannya kembali ke Lumajang dengan pemberian anugerah yang berlimpah.

Namun terlintas pula bayangan Dyah Halayudha yang memberitahunya bahwa Sri Baginda Maharaja diam-diam tidak menyukainya karena alasan sepele di mana ia lebih masyhur dan lebih dicintai rakyat dibanding maharaja.

Apakah dengan mengambil cuti agak panjang dapat meredam rasa tidak suka Sri Baginda Maharaja, kata Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi dalam hati.

Di tengah keraguan yang mencekam jiwa Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, tiba-tiba Sang Panji Wiranagari, sahabat lama Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi mengajukan usulan,

“Menurut hamba, usulan Yang Mulia Dyah Halayudha ada benarnya. Maksud hamba, meski tugas Yang Mulia sebagai Mahapatih Mangkubhumi Wilwatika sangatlah berat disibukkan dengan aneka macam urusan yang tidak pernah berhenti, meluangkan sedikit waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan jiwa sangatlah penting, mengingat tidak lama lagi Yang Mulia akan memasuki masa wreddha.” (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia