Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon-featured
Features
Laporan Haji 2017 Langsung dari Tanah Suci

Yang Tua dan Sakit Berangkat Duluan

31 Agustus 2017, 15: 59: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

DI ARAFAH: Sebagian jamaah haji Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 2 berada di tenda yang ada di Arafah.

DI ARAFAH: Sebagian jamaah haji Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 2 berada di tenda yang ada di Arafah. (M ARIF HANAFI - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

Sejak subuh jalanan sudah penuh manusia. Berjalan menuju Arafah. Sebagian, ada yang menuju Mina untuk melakukan tarwiyah.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu itu tiba. Tepat 8 Zulhijjah. Bertepatan dengan Rabu, 30 Agustus, di penanggalan Masehi. Saatnya bertolak ke Arafah. Bersiap untuk melakukan Wukuf, ibadah yang merupakan rukun haji.

Geliat manusia di jalanan sekitar hotel memang sudah terasa sejak subuh. Mereka memenuhi jalanan. Penuh sesak. Bagai lautan manusia. Namun, untuk rombongan jamaah Kloter 2 Sub Kabupaten Kediri, mereka baru bertolak setelah waktu salat dhuhur. Para jamaah diangkut menggunakan bus.

Sebelum berangkat, para jamaah berkumpul terlebih dulu di lobi hotel. Mengecek semua perlengkapan yang akan digunakan saat Wukuf nanti. Selain mengecek segala perlengkapan, para jamaah juga melafalkan niat. Dipandu oleh Gus Akhsinil Umam. Baru setelah itu satu per satu anggota jamaah menaiki bus. Yang akan membawa mereka menuju Arafah.

“Mari bersama-sama kita mengucapkan niat dengan sebaik-baiknya,” ujar Gus Akhsin.

Saat menunggu, sempat terjadi insiden. Seorang jamaah sempat pingsan. Mungkin karena kelelahan. Namun, setelah diinfus, jamaah tersebut bisa siuman. Dan bisa melanjutkan perjalanan ke Arafah.

Jarak dari hotel menuju Arafah sekitar 23 kilometer. Jarak yang tak terlalu jauh sebenarnya. Namun, dengan kondisi jalanan seperti itu, laju bus memang tak bisa kencang. Di beberapa tempat jalanan macet. Terhambat oleh kendaraan yang semuanya menuju Arafah.

Suhu udara di Makkah saat itu mencapai 41 derajat celcius. Lumayan panas. Beruntung semua bus ber-AC. Namun, tetap saja butuh kondisi stamina yang prima dari para jamaah.

Khusus untuk jamaah yang tua, dan tengah sakit, mendapat prioritas. Mereka diberangkatkan terlebih dulu. Berangkat bersama tim kesehatan. Tujuannya, agar kondisi mereka bisa terpantau oleh tim kesehatan. Berjaga-jaga bila kondisi mereka drop.

Selain itu, jamaah sejak awal diinstruksikan untuk membawa bekal. Sebab, di perjalanan tidak mendapat jatah makan. Jatah makan baru diperoleh jamaah haji pada malam hari.

Jamaah pun mempersiapkan bekalnya masing-masing. Sebagian ada yang memilih menanak kentang. Sebagian lagi memilih membawa bekal berupa roti ataupun buah.

Perjalanan menuju Arafah berjalan lancar. Walaupun diwarnai macet di beberapa lokasi. Jamaah dari Kabupaten Kediri pun menjejakkan kaki di Arafah pada pukul 14.36 waktu setempat. Para jamaah pun menempati tenda yang sudah dipersiapkan.

(rk/han/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia