Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 38

Menggoyahkan Pikiran Mahapatih

30 Agustus 2017, 10: 40: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Menggoyahkan Pikiran Mahapatih

Share this          

“Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi tercekam pada gambaran peristiwa pertemuannya dalam penghadapan dengan Sri Maharaja Jayanegara”

Pada siang hari di awal bulan Asuji, air di sungai-sungai mengalir keruh kemerahan akibat luapan di hulu sungai yang diguyur hujan sepanjang hari tanda dimulainya musim penghujan.

Iring-iringan kereta dan prajurit berkuda yang mengawal Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi tampak  melewati jalanan berbatu di bawah tebaran daun-daun pohon Kamal yang berhamburan diterpa angin.

Udara lembab karena gumpalan awan kelabu yang memberat masih menahan sisa-sisa kabut yang menebar di antara belukar yang terhampar di bawah pohon-pohon hutan.

Sepanjang perjalanan di dalam kereta yang ditarik dua ekor kerbau itu, Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi tercekam pada gambaran peristiwa pertemuannya dalam penghadapan dengan Sri Maharaja Jayanegara. Sungguh, saat ia berpamitan untuk menjenguk ayahandanya yang sakit keras, tidak sedikit pun ia rasakan ada rasa kebencian apalagi kemarahan maharaja kepadanya sebagaimana diungkapkan Dyah Halayudha.

Bahkan dari kata-kata maharaja, terbersit ungkapan bahwa sejatinya maharaja belum mengetahui kabar sakitnya Sang Pranaraja Pu Sina, ayahanda Mahapatih Mangkubhumi. Namun kedekatan Dyah Halayudha dengan sri baginda maharaja, menggoyahkan pikiran mahapatih mangkubhumi. Mungkinkah maharaja berpura-pura di hadapanku untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya, kata Mahapatih Mangkubhumi dalam hati.

Kegundahan yang dirasakan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi sepanjang perjalanan tidak berlanjut sampai membuatnya hilang kepercayaan dan mencurigai Dyah Halayudha. Sebab, saat iring-iringan rombongan Mahapatih Mangkubhumi Arya sampai di Ganding disambut oleh Rakryan Winkas Pu Gadru, yang menyampaikan kabar bahwa Sang Pranaraja Pu Sina menderita sakit keras dan memohon agar putera tercintanya segera kembali ke Lamajang.

“Beliau sekarang di mana?” sergah Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi ingin tahu.

“Paduka Yang Mulia Pranaraja di Grha Raga Taruna, Yang Mulia,” sahut Rakryan Winkas Pu Gadru menyembah, “Tiga hari lalu, Paduka Yang Mulia minta dipindah dari Grha Pajarakan.” (bersambung)    

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia