Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 37

Memilih Pahlawan yang Berjasa

28 Agustus 2017, 06: 02: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Memilih Pahlawan yang Berjasa

Share this          

“Tanpa tersangka-sangka, Sri Maharaja Kertarajasa Jayawarddhana menunjuk Nambi putera Sang Pranaraja Pu Sina sebagai Mahapatih Mangkubhumi”

Anehnya, seperti sengaja, pasukan Wirondaya tidak menghabisi pasukan Tartar yang sudah berantakan, sebaliknya membiarkan musuh tersebut untuk mundur hingga ke pelabuhan. Entah berapa ribu pasukan Tartar yang seharusnya binasa itu berhasil lolos dari maut karena kekurang-sungguhan pasukan Bala Madura yang dipimpin Wirondaya.

Tidak hanya Kebo Anabrang. Rakryan Demung Panji Wiranagari, perwira yang dikirim Sri Prabhu Kertanegara dalam penaklukan Pamalayu, melaporkan juga perihal kekurang-sungguhan Wirondaya dalam bertempur melawan pasukan Tartar. Bahkan Arya Dipangkara, putera Pu Hyang Dipangkaradasa, penasehat perang Pamalayu, memberitahunya tentang kekurang-sungguhan Wirondaya dalam bertempur.

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi menarik nafas panjang sambil memejamkan mata. Rangkaian ingatan tentang Wirondaya putera Arya Wiraraja kembali berkelebatan memasuki benaknya. Ia ingat benar, bagaimana anak muda yang begitu cepat dipercaya dan disayang oleh maharaja itu, telah melakukan kesalahan langkah dalam bertindak.

Kesalahan itu, menurut hematnya, akan berguna untuk menghentikan atau sedikitnya mrenghambat langkah majunya yang begitu cepat mendekati maharaja. Begitulah, ia meminta kepada Kebo Anabrang, rakryan demung Panji Wiranagarri  dan Arya Dipangkara untuk melaporkan kekurang-sungguhan Wirondaya Sang Ranggalawe dalam bertempur melawan balatentara Tartar.

Dengan laporan tiga orang perwira senior yang mengabdi semenjak Sri Prabhu Kertanegara itu, rasa sayang dan percaya maharaja kepada Wirondaya dipastikan akan berkurang.

Tanpa pernah berharap tetapi sudah diperhitungkan, laporan ketiga orang perwira senior itu memberi pengaruh kepada Sri Maharaja yang sedang memikirkan dan memilih siapa saja di antara pahlawan-pahlawan yang berjasa menegakkan tahta Wilwatikta.

Tanpa tersangka-sangka, Sri Maharaja Kertarajasa Jayawarddhana menunjuk Nambi putera Sang Pranaraja Pu Sina sebagai Mahapatih Mangkubhumi. Sebaliknya, Wirondaya putera Arya Wiraraja, hanya diangkat sebagai Menteri Amancanagara dengan gelar Arya Adikara Ranggalawe  yang berkedudukan di Tuban, kota pelabuhan yang jauh dari istana.

Kebijakan tak tersangka-sangka Sri Maharaja Kertarajasa Jayawarddhana itulah, yang akhirnya menyulut perselisihan antara Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi dengan Arya Adikara Ranggalawe.(bersambung)   

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia