Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 34

Bersabar Melanjutkan Rencana Jahat

25 Agustus 2017, 06: 21: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Bersabar Melanjutkan Rencana Jahat

Share this          

“Dyah Halayudha akan menghancurkan kekuatan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, kemudian disusul penghancuran kekuatan Pengalasan Wineh Sukha”

Seperti kehidupan dan kematian yang telah ditetapkan rentang waktu dan batas ruangnya, begitupun kebaikan dan kejahatan manusia seperti sebuah narasi cerita yang sudah disiapkan alur dan peristiwanya dalam kehidupan nyata.

Dyah Halayudha yang sudah mengenal dengan baik kehidupan para tokoh yang berperan penting dalam menegakkan, memperkuat, mengawal, dan melindungi Wilwatikta, memanfaatkan benar pengetahuannya itu untuk mengatur dan menata kekuatan yang dapat menopang kekuasaan yang telah dicapainya sekaligus melemahkan kekuatan pihak lain yang dapat menghalangi rencana jahatnya.

Begitulah, pertama-tama Dyah Halayudha akan menghancurkan kekuatan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, untuk kemudian disusul penghancuran kekuatan Pengalasan Wineh Sukha yang dipimpin Ra Kuti dan kawan-kawannya, termasuk kekuatan Panca Tandha i Wilwatikta. 

Pagi hari saat kabut masih menyelimuti permukaan bumi, Dyah Halayudha menemui Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi di Grha Kepatihan. Sebab malam hari ketiga setelah pertemuannya dengan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, ia  yang sudah bersabar  diri untuk menunggu hal-hal baru yang akan digunakan untuk melanjutkan rencana jahatnya, memperoleh kabar dari kaki tangannya yang ditempatkan di Lamajang tentang Sang Pranaraja Pu Sina yang menderita sakit keras, segera  setelah kepindahannya ke kediamannya di puri Pajarakan.

Dyah Halayudha pun memanfaatkan kabar tersebut dengan baik. Tepat  tujuh hari setelah pertemuan terakhirnya dengan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, ia kembali mengunjungi Grha Kepatihan untuk memberitahu bahwa Sri Baginda Maharaja sudah mendapat kabar bahwa Sang Pranaraja Pu Sina – ayahanda Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi – menderita sakit keras.

“Ramanda Pranaraja gering?” sergah Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi terkejut,”Sri Baginda sudah mengetahui?” gumamnya dengan rasa bersalah karena sebagai anak Sang Pranaraja ia justru belum mendengar kabar tersebut.

 “Itu benar Yang Mulia,” kata Dyah Halayudha mengamati perubahan wajah Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi yang terlihat sangat tertekan,”Hamba berpikir, inilah waktu yang tepat bagi Yang Mulia untuk menjauhi sementara waktu Sri Baginda Maharaja. (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia