Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon-featured
Features
Laporan Haji 2017 Langsung dari Tanah Suci

Munajat Doa di Derasnya Hujan

23 Agustus 2017, 07: 38: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

M ARIF HANAFI

M ARIF HANAFI

Share this          

“Ada dua doa yang tidak akan ditolak. Yaitu doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan.” (HR. Imam Hakim & Ath-Thabrani)

Sudah seminggu lebih temperatur udara di Tanah Suci Makkah mulai turun. Ketika kami datang, awal Agustus lalu, suhu masih di kisaran 50-an derajat celcius. Suhu tertinggi saat itu tercatat 54 derajat celcius. Di malam hari masih di kisaran 47 derajat. Namun, beberapa hari ini lebih dingin. Di kisaran 44 derajat di siang hari. Dan 35 derajat di malam hari.

Beberapa hari terakhir bahkan diwarnai mendung. Sesekali terdengar suara halilitar di angkasa.  Namun belum turun hujan.

Baru Senin (21/8) hujan mengguyur bumi. Sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Atau setelah waktu ashar. Allah menurunkan rahmatnya. Kota Makkah diguyur hujan deras.

Tanda-tanda hujan belum terlihat di pagi harinya. Cuaca juga sangat cerah. Matahari masih memancarkan sinar teriknya. Baru setelah usai waktu duhur mendung mulai datang. Informasi cuaca yang disajikan google di layar HP pun menunjukkan hujan disertai guntur.

Hingga menjelang ashar suasana masih mendung. Sesekali terdengar guntur menggelegar. Diikuti kilatan halilintar.

Suasana Masjidilharam saat itu sudah sesak. Akses ke lantai bawah di pelataran Kakbah sudah ditutup. Untungnya, Jawa Pos Radar Kediri sudah bisa masuk ke pelataran.

Ashar jatuh pada pukul 15.48 waktu Makkah. Dan akhirnyan Negeri Para Nabi ini pun basah oleh hujan. Hanya beberapa saat setelah imam ucapkan salam salat jenazah. Memang, baik di Madinah atau di Makkah, setiap usai salat fardhu hampir pasti diikuti dengan salat jenazah.

"Allahuakbar.... Allahuakbar.... Allahuakbar..... Ini bener bener rahmat dari Allah. Dari kemarin saya sangat berharap hujan turun," ujar Sugito, jamaah asal Lombok yang ada di samping Jawa Pos Radar Kediri.

Suasana jadi sedikit gaduh. Jamaah bangkit dari duduk. Bukannya berteduh, sebagian yang awalnya berada di bawah atap justru berhamburan keluar. Menuju pelataran yang tidak beratap. Tujuannya menyambut hujan. Jawa Pos Radar Kediri pun ikut berhujan-hujan.

Tangan tangan menengadah ke atas. Berdoa di antara derasnya hujan. Doa-doa orang tawaf semakin keras. Hampir sebagian jamaah yang berdoa disertai sesunggukan tangis. Sejuknya air hujan menelusup ke dalam kalbu. Bersama untaian doa. Allah terasa sangat dekat. Raga bagai dalam dekapan-Nya. Munajat doa cinta menyatu dengan tetesan hujan.

"Ini kesempatan langka Mas.Tak sedikit juga hadis yang mengatakan saat hujan doa diijabah. Apalagi ini di tempat yang suci. Perpaduan tempat dan waktu yang pas untuk memohon kepada-Nya," kata Saefudin, warga Kota Batu.

Memang, di dalam tafsir Ath-Thabari ada satu riwayat yang menyebutkan bahwa bersama tetes hujan turun malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah anak iblis dan anak Adam. Mereka menjaga setiap tetes di tempat ia jatuh, dan apa yang ia tumbuhkan. Sungguh begitu banyak keistimewaan saat hujan turun.

Hujan berlangsung sekitar 30 menit. Tidak deras-deras amat. Dari kejauhan terlihat jamaah berebut menuju talang emas. Tempat turunnya air dari atap Kakbah. Air mengucur deras dari sana. Jamaah yang tawaf semakin banyak. Semua basah kuyub. Tapi terlihat gembira dan bahagia.

Usai hujan, petugas kebersihan masjid terlihat sibuk. Membawa alat-alat kebersihan mengeringkan lantai. Mobil mobil listrik pembersih lantai lalu-lalang. Akses masuk ke pelataran tawaf masih ditutup. Tangga-tangga bergerak yang berada di luar tanpa atap dimatikan. Ditutup dengan plastik lebar.

Gerbang luar menuju masjid juga ditutup. Jamaah berjubel tertahan di luar gerbang itu. Bahkan hingga maghrib belum dibuka. Banyak yang salat maghrib di luar gerbang. Air juga menggenangi beberapa titik jalanan di depan maktab kami. Pemandangan yang sangat jarang kami temui. Angin berembus sejuk. Sesejuk hati kami.

(rk/han/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia