Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 33

Dicintai Para Nayaka dan Kawula

21 Agustus 2017, 16: 08: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Dicintai Para Nayaka dan Kawula

Share this          

“Dyah Halayudha memikirkan langkah dan siasat apa yang akan diambilnya setelah berhasil mempengaruhi mahapatih Mangkubhumi”

Dan saat pertemuan empat mata dilakukan dalam keheningan malam, Dyah Halayudha membisikkan kata-kata beracun dengan mengatakan bahwa Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan mengambil kebijakan sebagai perdana menteri.

Pasalnya, sudah beberapa pekan ini Sri Baginda Maharaja Jayanegara menunjukkan rasa tidak senang terhadap segala sikap dan tindakan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi.

Menurut Dyah Halayudha, ia tidak mengetahui pasti alasan ketidak-senangan maharaja terhadap mahapatih mangkubhumi, tetapi ia menduga bahwa ketidak-sukaan maharaja lebih disebabkan oleh kemasyhuran mahapatih mangkubhumi yang makin lama makin dikenal dan dicintai oleh semua orang mulai kalangan pejabat di kutaraja hingga pejabat di daerah-daerah.

“Seperti anak manja yang tidak ingin kalah bersaing dengan kawan bermainnya, hamba kira Sri Baginda Maharaja kurang senang dengan Yang Mulia Mahapatih Mangkubhumi karena Yang Mulia Mahapatih Mangkubhumi lebih masyhur dan lebih dicintai oleh para nayaka dan kawula,” kata Dyah Halayudha mempengaruhi.

“Apa yang sebaiknya aku lakukan, wahai penasehat maharaja?” sahut Arya Nambi meminta pendapat.

“Mohon ampun seribu ampun, Yang Mulia,” kata Dyah Halayudha merendah, “Menurut hemat hamba, seyogyanya Yang Mulia menjauh dari Sri Baginda Maharaja. Maksud hamba, Yang Mulia seyogyanya mengambil jarak dengan Sri Baginda Maharaja secara bijak, ibarat belanga tembaga dan belanga gerabah hanyut di sungai, tidaklah bijak jika belanga gerabah membiarkan diri berdekatan dengan belanga tembaga.”

“Aku sudah faham itu,” kata Arya Nambi dengan wajah murung dicekam kepedihan.

Seperti rangkaian gambar wayang karebet yang ganti berganti mengikuti cerita dalang, rangkaian ingatan tentang bagian-bagian dari kehidupan yang telah dilewati ganti-berganti melintas di benaknya. Semakin banyak rangkaian ingatan melintas di benaknya, semakin yakin ia terhadap kata-kata Dyah Halayudha bahwa Sri Baginda Maharaja benar-benar tidak suka kepadanya.

Sementara setelah yakin umpan yang dilempar telah disantap dan ditelan mentah-mentah oleh Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, Dyah Halayudha berpamitan dengan janji akan memberitahu sesuatu lebih lanjut mengenai perkembangan sikap Sri Baginda Maharaja terhadap mahapatih mangkubhumi.

Sepanjang perjalanan kembali dari Grha Kepatihan, Dyah Halayudha memikirkan langkah dan siasat apa yang akan diambilnya setelah berhasil mempengaruhi mahapatih Mangkubhumi.

Meski sampai di kediaman ia belum menemukan siasat lanjutan dari rencana liciknya menyingkirkan mahapatih mangkubhumi, ia harus bersabar menunggu peluang yang kadang-kadang datang tanpa disangka-sangka. (bersambung)  


(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia