Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events
Puncak Hari Jadi Kota Kediri

Menjadi Pengingat Pentingnya Sejarah

21 Agustus 2017, 15: 11: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

PERGELARAN PAMUNGKAS: Para seniman tari tampil memukau dalam tarian yang mengangkat cerita Dewi Songgolangit di pergelaran Parade Jaranan Akbar. Acara itu jadi pamungkas rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Kediri di Stadion Brawijaya, tadi malam.

PERGELARAN PAMUNGKAS: Para seniman tari tampil memukau dalam tarian yang mengangkat cerita Dewi Songgolangit di pergelaran Parade Jaranan Akbar. Acara itu jadi pamungkas rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Kediri di Stadion Brawijaya, tadi malam. (DINA ROSYIDHA - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

KOTA KEDIRI – Suasana Stadion Brawijaya kembali semarak oleh suara musik dan tari-tarian tradisional tadi malam. Masyarakat pun antusias menyambut hiburan itu. Mulai dari parade jaranan yang mengangkat cerita Dewi Songgolangit hingga sajian musik dari grup lokal dan bintang tamu Cakra Khan.

Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut menjadi sajian pamungkas dari rangkaian Hari Jadi ke-1138 Kota Kediri. Penampilan dari Dewi Songgolangit dalam parade jaranan sendiri menjadi pengingat masyarakat tentang pentingnya sejarah.

“Kota Kediri terus menyesuaikan diri. Dari sebuah kerajaan, kota perdagangan hingga menjadi seperti saat ini,” terang Wali Kota Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya, tadi malam.

Dia mengungkapkan, Kota Kediri sejak dulu terkenal akan industri gula dan tembakau. Perdagangan dan jasa termasuk sektor pendidikan. Saat ini, menurut Abu, Kota Kediri semakin berubah menjadi lebih baik, mulai dari pengelolaan tata kota hingga pemberdayaan masyarakatnya melalui Prodamas. “Perbedaannya sangat signifikan,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Kota Kediri terus mem-branding diri sebagai The Service City. Makanya pemerintah kota juga semakin berbenah. Terutama dalam hal perizinan dan pelayanan. Baik di tingkat kelurahan, kecamatan hingga pelayanan administrasi kependudukan.

“Kita juga berbenah di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi,” beber wali kota muda tersebut.

Atas usaha yang tidak mudah itu, upaya yang telah dilakukan pemkot pun mulai terlihat hasilnya. Mulai dari angka kemiskinan yang semakin menurun dan diiringi indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Kediri yang kian meningkat.

“Data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan beberapa prestasi tersebut,” tandasnya kepada masyarakat yang hadir di Lapangan Brawijaya kemarin.

Abu berharap, setiap rangkaian hari jadi ke-1138 Kota Kediri memiliki dampak multiplier effect terhadap perkembangan perekonomian daerah. Makanya rangkaian acara melibatkan berbagai aspek sosial ekonomi masyarakat. Mulai dari parade budaya, musik, olahraga hingga pameran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Harapannya ke depan Kota Kediri menjadi lebih baik lagi,” tutur kepala daerah berlatar belakang pengusaha ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar menjelaskan bahwa Parade Jaranan Akbar tahun ini tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu. “Hanya saja kita kemas dengan sentuhan koreografi yang berbeda,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia