Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon-featured
Features
Laporan Haji 2017 Langsung dari Tanah Suci

Jalan, Didorong, atau Naik Motor?

17 Agustus 2017, 17: 05: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

NYAMAN: Jamaah haji naik motor listrik.

NYAMAN: Jamaah haji naik motor listrik. (M ARIF HANAFI - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

Ibadah haji adalah ibadah fisik. Kebugaran tubuh jadi faktor penting. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrim di Tanah Suci seperti saat ini.

Untuk menunaikan tahapan ibadah haji, jamaah harus kuat. Seperti tawaf misalnya. Jamaah harus berkeliling Kakbah tujuh putaran. Bila beruntung, jika suasana sepi, jamaah bisa tawaf  dekat dengan Kakbah. Sekali putaran sekitar 125 meter. Bila tujuh kali berarti berjalan sejauh 875 meter.

Tapi, sulit untuk mendapatkan trek tawaf seperti itu. Pada putaran terjauh, sekali keliling 400 meter. Tujuh kali berarti 2,8 kilometer. Kondisi ini masih di pelataran. Bila tidak beruntung harus siap-siap tawaf di lantai masjid. Sekali putaran bisa lebih dari 1 kilometer jaraknya. Total berarti tujuh kilometer.

"Alhamdulillah saya diberi sehat. Sebelum berangkat setiap hari saya latihan jalan kaki di sekitar SLG. Di sini tidak terlalu kaget berjalan jauh. Meski capek insyaallah masih kuat," ujar Eko Wahyono, warga Perumahan Jenggolo yang juga mantan Camat Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Belum lagi dengan Sai. Berjalan antara bukit Safa dan Marwa. Jarak antara kedua bukit itu kira-kira 500 meter. Kali tujuh berarti 3,5 kilometer. Bila tawaf diambil trek tengahan 2,5 kilometer dan ditambah Sai 3,5 kilometer, paling tidak jarak yang harus ditempuh 6 kilometer. Itu belum ditambah berjalan dari maktab ke masjid.

Belum lagi lempar Jumrah. Tahun ini jamaah asal Kabupaten Kediri, khususnya yang masuk kloter 2 mendapat maktab di Mina. Berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Jamarot. Jadi bila ingin melempar Jumrah harus berjalan minimal 5 kilometer. Jadi kesehatan dan kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk kesempurnaan ibadah.

"Saya harapkan agar jamaah selalu menjaga kesehatan. Lima hari sebelum Wukuf harus istirahat yang cukup. Jangan ada kegiatan. Semua harus konsentrasi persiapan Wukuf. Karena itu inti ibadah haji," tutur Abu Yazid, ketua kloter 2.

Untungnya, di Masjidilharam tersedia fasilitas yang sangat baik bagi jamaah yang secara fisik tidak mampu. Khusus untuk Tawaf dan Sai ada petugas resmi dengan rompi khusus siap mendorong dengan kursi roda. Tentu saja berbayar. Untuk sekali Tawaf atau sekali Sai tarifnya 100 real. Jika lengkap Tawaf dan Sai 200 real. Atau bila bawa kursi dorong sendiri, dan didorong rekan atau saudara bisa gratis.

Disediakan juga kursi elektrik. Seperti sepeda motor listrik. Tapi beroda empat. Ada dua jenis motor elektrik. Single seat (satu kursi) dan double seat (dua kursi/ berboncengan). Tarif motor listrik single seat untuk sekali Tawaf atau sekali Sai 50 real.  Jika Tawaf dan Sai sekaligus 100 real.

Sedangkan yang double seat 100 real. Jika Tawaf dan Sai 200 real. Jika yang naik tubuhnya agak kecil, bisa berboncengan tiga. Khusus untuk motor elektrik ini disediakan trek khusus di lantai paling atas.

Satu lagi alternatif yang bisa dipakai adalah tenaga dorong mukimin (warga Indonesia yang menetap di Arab). Biasanya ini dikoordinasi oleh kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Tarifnya bermacam macam. Range-nya antara 1.500 sampai 3.000 real. Tergantung paketnya. Rata-rata paket itu untuk paket ibadah Tawaf dan Sai wajib. Mulai umrah hingga haji. Termasuk lempar Jumrah.

Intinya jamaah harus bener-bener siap. Bagi yang sehat harus menjaga fisiknya. Syukur selalu olahraga sebelum berhaji. Bagi yang secara fisik tidak mampu, juga harus siap. Siapkan dana tambahan untuk menunjang kegiatan ibadah.

Kabar baik dari Makkah saat ini adalah suhu udara selama dua hari terakir sedikit turun. Siang hari di kisaran 43° celcius. Di malam hari di kisaran 36° celcius. Semoga saat wukuf kelak suhu lebih bersahabat. Namun kondisi jalanan terutama di masjid semakin sesak. Seiring berdatangannya jamaah haji dari seluruh dunia.

(rk/han/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia