Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 29

Pembicaraan Buruk si Penghasut

17 Agustus 2017, 15: 41: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Pembicaraan Buruk si Penghasut

Share this          

“Sekalipun berada di Tumapel menghadapi tugas yang bertumpuk, Mada mengetahui semua perubahan di kutaraja Wilwatikta”

Sejak dibentuknya Bala Wandu yang dipimpin Sihkandi, Pengalasan Wineh Sukha yang dipimpin Ra Kuti, tidak lagi menjadi penting karena Maharaja Jayanegara sendiri seperti kurang membutuhkan keberadaan pasukan pengawal maharaja yang sangat diandalkan semenjak Sri Prabhu Kertanegara berkuasa tersebut.

Lalu di tengah keadaan luang dan lengang tanpa tugas yang jelas, aneka kasak-kusuk dan perbincangan yang tidak baik pun – terutama dalam kaitan dengan sepak terjang Dyah Halayudha – merebak bagaikan jamur di musim penghujan.

Tidak hanya di lingkungan prajurit pengalasan, bahkan di lingkungan Kepatihan, Katumenggungan, Kademungan, Karanggan, dan Kanuruhan pun sambung menyambung pembicaraan buruk tentang si penghasut ulang Dyah Halayudha.

          Sadar bahwa pandangan buruk tentang dirinya akan membawa bahaya jika dibiarkan, Dyah Halayudha memulai usaha baru dengan mempengaruhi Sri Maharaja Jayanegara untuk menyusun pemerintahan baru yang diisi oleh tenaga-tenaga baru yang lebih jelas kesetiaan dan pengabdiannya kepada Sri Maharaja Jayanegara.

Sejauh ini, menurut Dyah Halayudha, para pejabat kerajaan yang sudah tua, masih meneguhkan kesetiaan dan kecintaan kepada Sri Maharaja Kertarajasa Jayawarddhana, sehingga perlu digantikan pejabat baru. 

Begitulah, Sri Maharaja Jayanegara mengangkat Mahamenteri Katrini baru menggantikan Mahamenteri Katrini lama, yaitu; Rakyan Menteri i Hino Dyah Sri Rangganata, Rakyan Menteri i  Halu Dyah Kameswara dan Rakyan Menteri i Sirikan Dyah Wiswanata. Para Mahamenteri katrini yang lama diangkat menjadi wreddha menteri (menteri sepuh).

          Sekalipun berada di Tumapel menghadapi tugas yang bertumpuk-tumpuk mulai pembenahan administrasi hukum hingga penyelesaian perkara-perkara yang berkaitan dengan hukum, Mada mengetahui semua perubahan di kutaraja Wilwatikta. Sebab orang-orang yang sudah kenal baik dan bahkan menjadi pengikutnya, tidak pernah berhenti memberikan laporan tentang semua hal yang mereka ketahui dari perubahan-perubahan di kutaraja.

Bahkan saat Dyah Halayudha mengirim tiga-empat orang telik-sandhi untuk membayangi Mada di Tumapel, beritanya sudah diketahui oleh Mada sebelum telik-sandhi tersebut sampai di Tumapel, sehingga belum semalam mereka tinggal di rumah penduduk yang terletak di utara kutaraja Tumapel, mereka sudah kehilangan nyawa akibat menyantap makanan beracun. Mayat mereka lenyap seperti tertelan bumi. (bersambung) 

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia