Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 28

Unsur Kekuasaan Saling Berbenturan

16 Agustus 2017, 05: 08: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Unsur Kekuasaan Saling Berbenturan

Share this          

“Pemikiran dan tindakan Dyah Halayudha yang selalu menimbulkan kekisruhan dan kekacauan, hampir menandai kebijakan-kebijakan Sri Maharaja Jayanegara”

Setelah menjadi orang kebiri yang akan terbuang hidupnya dari kehidupan masyarakat, Sihkandi masih diselamatkan Mada dengan dipekerjakan sebagai pembantu tukang masak di dapur istana. Begitulah, Sihkandi memasrahkan hidup dan matinya kepada Mada.

Berdasar cerita Sihkandi, Mada mengetahui jika Dyah Halayudha adalah orang tidak waras yang memiliki kecenderungan seksual yang menyimpang, di mana penghasut ulung itu lebih menyukai hubungan sesama jenis daripada dengan lawan jenis.

Penuturan Sihkandi yang jujur menyingkap semua tanda tanya yang mengeram di kedalaman benak Mada seputar keanehan Dyah Halayudha, mulai cara bicara, cara berjalan dan gerak-gerik tubuhnya yang terlihat tidak wajar.

Setelah memahami keanehan Dyah Halayudha, Mada memahami petuah dari Guru  Bijak Bestari Sang Partthaya Wilwatikta Sang Arya Tadah Pu Krewes, yang mewanti-wanti agar waspada dan berhati-hati jika berhadapan dengan manusia yang memiliki ciri-ciri seperti Dyah Halayudha, manusia berwajah ganda dengan lidah bercabang dan air liur berbisa.

Hidungnya yang bengkok mirip paruh rajawali dengan mata berkedip-kedip adalah gambaran dari manusia iblis penebar kekisruhan dan keonaran yang bermuara kepada kebinasaan.

Pemikiran, kata-kata, sikap, dan tindakan Dyah Halayudha yang selalu menimbulkan kekisruhan dan kekacauan, hampir menandai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Sri Maharaja Jayanegara, yang membuat unsur-unsur kekuasaannya saling berbenturan satu sama lain.

Sejak dibentuknya Bala Wandu yang dipimpin Sihkandi, Pengalasan Wineh Sukha yang dipimpin Ra Kuti, tidak lagi menjadi penting karena Maharaja Jayanegara sendiri seperti kurang membutuhkan keberadaan pasukan pengawal maharaja yang sangat diandalkan semenjak Sri Prabhu Kertanegara berkuasa tersebut.

Lalu di tengah keadaan luang dan lengang tanpa tugas yang jelas, aneka kasak-kusuk dan perbincangan yang tidak baik pun – terutama dalam kaitan dengan sepak terjang Dyah Halayudha – merebak bagaikan jamur di musim penghujan. (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia