Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 25

Melindungi Keselamatan Maharaja

14 Agustus 2017, 06: 47: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

Melindungi Keselamatan Maharaja

Share this          

“Bala Mainang ini beranggotakan prajurit-prajurit bertubuh besar dengan kepala gundul, bersenjata andalan bambu gading selain kelewang dan panah”

          Mada sudah mengenal baik Rakryan Tumenggung Wilwatikta Pu Aditya, yang tidak lain adalah adik sepupu Sri Baginda Maharaja Jayanegara, karena ibunda mereka kakak beradik.

Namun berbeda dengan Maharaja Jayanegara yang manja, suka pujian, mabuk sanjungan, tetapi gampang curiga dan lemah pendirian, Pu Aditya adalah seorang pemberani yang teguh pendirian, suka menghadapi tantangan, gemar belajar, dan memiliki kecerdikan yang sulit diperhitungkan.

Dengan kedudukan sebagai tumenggung – salah satu jabatan dalam Panca Tandha yang dekat maharaja – Pu Aditya memiliki tugas utama untuk mengawal dan melindungi keselamatan maharaja.

Oleh karena memiliki darah Suwarnabhumi dari ibundanya dan darah singhasari dari ayahandanya, Pu Aditya memiliki pasukan khusus dari Suwarnabhumi yang disebut Bala Mainang yang ditempatkan di Kuwu Pagarruyung di sebelah barat kutaraja.

Bala Mainang ini beranggotakan prajurit-prajurit bertubuh besar dengan kepala gundul, bersenjata andalan bambu gading selain kelewang dan panah. Pasukan khusus dari Singhasari disebut Bala Pepadang, kelanjutan dari bala prajurit yang mengawal permaisuri Maharaja Tumapel  Dyah  Ardhanareswari Nararya Prajnyaparamitha. Bala prajurit ini ditempatkan di Kuwu Pepadangan.

          Mada ingat bagaimana Pu Aditya yang sepupu maharaja dengan kedudukan tinggi sebagai Rakryan Tumenggung tidak pernah merasa mulia dan agung dari orang lain, bahkan terhadap dirinya yang berkedudukan sebagai Juru Bhojakarya. Masih teringat oleh Mada, bagaimana saat ia menghadap Sang Partthaya Wilwatikta Sang Arya Tadah Pu Krewes untuk menimba pengetahuan suci tentang kebijaksanaan hidup, tiba-tiba Pu Aditya hadir untuk tujuan yang sama, mereguk kesegaran air suci kebijaksanaan.

Saat Mada menyembah akan undur diri, Pu Aditya tegas mencegahnya sambil berkata,”Kau tetap saja di sini bersama aku meneguk kesegaran air suci kebijaksanaan dari ramanda Arya Tadah. Engkau adalah saudaraku yang duduk sejajar di bawah ramanda guru agung Sang Arya Tadah.”

          Kebesaran jiwa ksatria agung seperti Pu Aditya sangat sulit dicari bandingannya. Itu sebab, ia dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal dan melindungi keselamatan maharaja.

Namun akibat hasutan Dyah Halayudha, Sri Baginda Maharaja Jajanegara tidak sepenuhnya mempercayai Pu Aditya di mana menurut Dyah Halayudha kekuatan yang dimiliki Pu Aditya, sangat mungkin digunakan untuk merampas tahta dari maharaja. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia