Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal
Kasus Penusukan Istri di Kediri

Otopsi, Ungkap 5 Tusukan

Sabtu, 12 Aug 2017 13:25 | editor : Adi Nugroho

SEMASA HIDUP: Foto kenangan Yanti Pusporini.

SEMASA HIDUP: Foto kenangan Yanti Pusporini. (YAYI FATEKA - RadarKediri/JawaPos.com (repro))

KEDIRI KOTA – Polisi masih mendalami kasus Tri Satriono alias  Gotri, 41, yang tega menghabisi istrinya, Yanti Pusporini, 38. Kemarin, jenazah perempuan asal Dusun Geneng, Desa Maron, Kecamatan Banyakan itu telah diotopsi. Hasilnya, terungkap penyebab kematian ibu satu anak tersebut.

“Hasil sementara diduga korban meninggal karena lima luka tusukan di tubuhnya,” terang Tutik Purwanti, dokter forensik RS Bhayangkara Kediri.

Ia mengungkapkan, proses otopsi baru dilakukan Kamis malam (10/8). Itu karena Tutik masih bertugas di Surabaya. Otopsi dimulai sekitar pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Tutik mengaku, memang belum dapat menyebut penyebab kematian secara pasti. Kendati begitu, hasil sementara menyatakan korban meninggal setelah kehabisan darah. Ketika dibawa ke rumah sakit (RS), Rini–panggilan Yanti Pusporini –diketahui terdapat tiga luka tusukan di tubuh dan dua sayatan di tangannya.

Lima luka senjata tajam (sajam) tersebut adalah tusukan pisau di dada sebelah kanan dan kiri dan punggung kanan. Kemudian, luka dua sayatan terdapat di bawah siku tangan kiri.

Tutik mengatakan, tidak ada luka yang menembus dari belakang hingga ke depan. Luka tusukan hanya tembus dari kulit hingga rongga dada. Ketika ditanyai soal luka lebam di tubuh korban, Tutik menggeleng.

Menurutnya, luka lebam dapat mengindikasikan adanya pukulan sebelum penusukan. Namun hal itu tidak ditemukan. “Luka lebam nggak ada,” ungkapnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, Tutik mengaku, masih harus menunggu pihak Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Dari otopsi kemarin, tim Tutik mengambil sampel darah dan cairan lambung Rini.

Nantinya, sampel itu akan diuji di Labfor Polda Jatim. Terutama terkait toksikologinya. Uji lab juga demi mengetahui ada tidaknya penyakit yang diderita Rini. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil lab nanti.

“Kalau sudah keluar baru bisa ditarik kesimpulan penyebab kematiannya,” tambah dokter berkaca mata ini. Setelah diotopsi, kemarin, jenazah Rini dipulangkan di rumah duka dan dimakamkan.

Sementara itu, terkait motif Gotri tega membunuh istrinya juga masih dalam penyelidikan. Namun, terdapat kabar penyebab percekcokan pasangan suami istri itu dipicu rasa cemburu. Gotri curiga ada orang ketiga dalam rumah tangganya. Dia menduga Rini memiliki hubungan dengan laki-laki lain melalui media sosial (medsos) facebook (FB).

“Ada dugaan Gotri cemburu karena curiga pada komen-komen (komentar) di facebook istrinya,” ujar seorang anggota Polres Kediri Kota yang enggan disebut namanya.

Terbakar cemburu terhadap isi facebook istrinya, Gotri kalap. Makanya ketika Rabu malam (9/8) Rini pulang sekitar pukul 23.30, dia menduga sang istri baru bertemu selingkuhannya. Emosi memuncak, Gotri gelap mata dan menusukkan pisau ke dada Rini. “Pelaku sudah lama curiga dengan facebook istrinya. Sejak dia masih menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia, Red) di Malaysia,” ungkapnya.

Selama setahun Gotri bekerja di Negeri Jiran. Dia pulang pada Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun perangainya berubah. Gotri mudah marah dan tak segan memukul istrinya. “Puncak kecemburuan Gotri ya pas Rabu malam itu (9/8) hingga tega menganiaya,” ujar polisi ini.

Menanggapi motif pembunuhan dipicu medsos FB, Kasatreskrim Polresta AKP Ridwan Sahara menyatakan, masih menyelidikinya. Pihaknya belum bisa memastikan. “Dalam pengembangan penyelidikan petugas kami,” katanya.

Lantas bagaimana kondisi Gotri? Hingga kemarin, mantan TKI ini masih dirawat di ruang Wijaya Kusuma 5 RS Bhayangkara. Dia terbaring dengan penjagaan ketat. Kamarnya tertutup jeruji. Kakinya diborgol. Dua polisi tampak berjaga di depan kamar.

Kondisi psikologisnya pun terlihat masih labil. Karena itu pula, Ridwan mengaku, status Gotri juga belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi belum memeriksanya. “Pelaku belum bisa dimintai keterangan, kami belum tetapkan tersangka,” terangnya.

Bagaimana dengan kesehatan kejiwaannya? Ridwan mengatakan, belum bisa melakukan pemeriksaan. Pasalnya, saat disinggung tentang kejadian yang dialaminya, Gotri masih berontak. Dia selalu teriak-teriak ingin mati. “Makanya juga belum bisa melakukan pemeriksaan secara psikologis,” jelas Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Geneng, Desa Maron, digegerkan peristiwa penusukkan Rini pada pukul 01.30, Kamis dinihari (10/8). Pelakunya, suaminya sendiri. Setelah menusuk istrinya, Gotri diduga hendak bunuh diri. Dia menyayat urat nadinya. Ada dua sayatan di tangan kiri. Namun begitu, ia terburu diamankan polisi.

(rk/yi/die/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia