Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasutri Spesialis Penjarah Kamar Kos Tertangkap

Beraksi di 12 TKP, Sempat Terekam CCTV

Kamis, 10 Aug 2017 21:44 | editor : Adi Nugroho

TERTANGKAP: Erni dan Deni saat digelandang petugas.

TERTANGKAP: Erni dan Deni saat digelandang petugas. (YAYI FATEKA - RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KOTA- Aksi pasangan suami istri (pasutri) spesialis penjarah kamar kos akhirnya terhenti di tangan petugas Polresta Kediri. Keduanya tertangkap di sebuah rumah kos yang berada di daerah Tulungagung, Senin (7/8). Mereka adalah Eni Pristianawati, 23, dan Deni Setiawan, 35, warga asal Desa Sidokepung, Kecamatan Sidoarjo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Penangkapan ini bermula ketika petugas mendapatkan laporan dari korban pencurian, Ratna Tri Wardani Putri, 23. Ratna yang tinggal di tempat kos di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini melaporkan ponselnya yang hilang ke Polresta Kediri pada 17 Maret lalu.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan jika pihaknya mendapat empat laporan serupa. “Tersangka mengaku telah melakukan aksi kejahatan ini di 12 tempat, namun yang lapor ke kami ada empat laporan terkait kasus ini,” ujar Anthon kemarin.

Mendapat laporan tersebut, petugas pun melakukan penyelidikan. Sampai akhirnya ada satu petunjuk dari rekaman CCTV di salah satu TKP, yakni yang berada di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dari rekaman tersebut, petugas pun melakukan penelusuran dengan berbekal ciri-ciri tersangka. “Berkat CCTV, serangkaian penyelidikan dan kerja sama dengan beberapa polsek, kami temukan keduanya di Kabupaten Tulungagung,” tambah Anthon.

Menurut keterangan tersangka kepada polisi, hal ini dilakukan lantaran memenuhi kebutuhan keluarga. Deni dan Erni memiliki tiga anak yang ia tinggal di Sidoarjo, sementara keduanya berpindah-pindah dari kos satu ke lainnya untuk melakukan penjarahan ini. Dalam melakukan aksinya, keduanya memiliki peran tersendiri.

Awalnya, pasutri tersebut berkeliling melihat-lihat situasi dan kondisi sekeliling tempat kos menggunakan sepeda motor Honda Vario bernopol AG 5247 HQ. Tempat kos yang mereka sasar adalah kos mahasiswa, di mana waktu beroperasinya juga menyesuaikan keadaan sepi. Sekitar pukul 10.00 WIB saat mahasiswa sedang kuliah dan tidak berada di kos.

Setelah mendapat satu tempat kos incaran, Deni menunggui Erni di depan kos. Sedangkan Erni masuk langsung ke dalam kos dan membuka satu persatu kamar kos menggunakan kunci palsu atau kunci tiruan yang dimilikinya.

Selain menggunakan kunci palsu miliknya, Erni juga mencari kunci kamar di sepatu atau keset yang ada di luar kamar, ia hafal dengan kebiasaan mahasiswa seperti ini.

Setelah masuk ia pun menjarah isi kamar, apapun diambilnya, seperti handphone, laptop, dan alat elektronik lainnya. Apabila ada seseorang yang melihatnya, ia akan mengaku sedang mencari tempat kos. “Karena mereka ini pasutri jadi ya banyak yang langsung percaya,” tambah Anthon. Karena perbuatan keduanya diancam dengan Pasal 363 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

(rk/yi/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia