Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 21

Sesumbar Tak Terkalahkan Sejagat

09 Agustus 2017, 07: 00: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Sesumbar Tak Terkalahkan Sejagat

Share this          

“Para pendeta Syiwa beramai-ramai mengungsi ke Tumapel, memohon perlindungan kepada Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi”

Kabar tewasnya Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya yang disusul kabar penobatan Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi sebagai raja Tumapel mengagetkan sekaligus menyulut kemarahan Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya.

Sebab kenyataan yang tidak tersangka-sangka itu menjadi bukti bahwa Tumapel telah melepaskan diri dari kekuasaan Panjalu. Itu tidak boleh dibiarkan. Karena itu, Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya segera menggalang kekuatan untuk menyerang kekuatan Tumapel.

Namun usahanya itu mendapat tantangan dari kalangan pendeta Syiwa yang sebelumnya sudah menolak keinginan Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya untuk dipuja sebagai avatara Wisynu.

Sadar bahwa bahaya mengancam seiring penolakan mereka atas titah maharaja, para pendeta Syiwa beramai-ramai mengungsi ke Tumapel, memohon perlindungan kepada Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi.

Oleh karena Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya telah sesumbar bahwa di jagat raya ini tidak ada satu pun manusia yang dapat mengalahkannya kecuali Bhatara Guru.

Maka para pendeta menobatkan Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi sebagai Bhatara Guru, Sang Syiwa Mahaguru. Dalam penobatan itu dimaklumkan bahwa Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi adalah titisan dari Sang Mahamuni Resi Agastya, titisan dari Syiwa Mahaguru yang menjadi guru loka di Gunung Kawi.

Mengetahui Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi dinobatkan sebagai Bhatara Guru titisan Syiwa Mahaguru, Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya menyiagakan 60.000 bala prajurit yang dipimpin Sang Panji Wulung Mahesa Walungan dan Gubar Baleman.

Bahkan 10.000 orang pasukan yang dipimpin Sri Tarunaraja Sang Mapanji Shastrajaya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah keponakan  Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya. (bersambung)   

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia