Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 18

Muak dengan Manusia Bermuka Dua

06 Agustus 2017, 11: 05: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Muak dengan Manusia Bermuka Dua

Share this          

“Ranggah Rajasa memanggil Gagak Inget dan memberikan keris pusaka Nagapasa dengan perintah agar diserahkan kepada Kebo Hiju sebagai hadiah”

Meski dikenal sebagai penjilat rendah yang menjijikkan, Kebo Hiju tidak seutuhnya menjadi seorang pengkhianat. Sebab sebagai putera Rakryan Mahesa Landung, Kebo Hiju sangat mengenal siapa saja keluarga dekat Maharaja Tumapel beserta para setiawan pendukungnya.

Seperti Mapanji Bango Samparan, Rakryan Panji Ragamasa, Rakryan Mahesa Tugaran, Tuwan Aji Panitikan, Tuwan Sanja Sahaya, Mahesa Welahan, hingga Sri Tarunaraja Girindratmaja Sang  Brahmaraja Wiswarupalancana yang mengasingkan di Biara Gandalayu sebagai Bhikku bergelar Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya.

Namun dengan memalingkan muka, Kebo Hiju menutup mata seolah tidak mengenal dan tidak mengetahui apa pun tentang mereka yang diam-diam menyusun perlawanan bawah tanah.

Ranggah Rajasa yang mengetahui cerita Kebo Hiju dari Gagak Inget, Tuwan Tita, Panji Kunal, bahkan dari Mapanji Bango Samparan sangat muak dengan manusia bermuka dua itu. Itu sebab, sewaktu Panji Kunal dan Tuwan Tita menghadapnya di Gunung Lejar sambil menyerahkan tiga keris pusaka bikinan Mpu Gandring, Ranggah Rajasa memutuskan untuk memasukkan Keboi Hiju ke dalam pusaran rencana pembunuhan terhadap wakil raja Panjalu di Tumapel Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya.

Pertama-tama, Ranggah Rajasa memanggil Gagak Inget dan memberikan keris pusaka Nagapasa, pusaka terbaik dari tiga pusaka bikinan Mpu Gandring, dengan perintah agar pusaka tersebut diserahkan kepada Kebo Hiju sebagai hadiah. Oleh karena Gagak Inget adalah kerabat dekat, Kebo Hiju sangat bergembira diberi keris pusaka terbaik bikinan Mpu Gandring, yang cepat atau lambat akan diminta oleh  Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya jika mengetahui pusaka tersebut.

Menurut cerita; segera setelah mendapat keris pusaka Nagapasa dari Gagak Inget, Kebo Hiju segera memamerkan pusaka bikinan Mpu Gandring yang termasyhur itu kepada kawan-kawannya dan para perwira Panjalu.

Ia menyatakan akan mempersembahkan pusaka tersebut kepada  Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya. Ia berharap wakil raja Panjalu di Tumapel itu  mendengar sendiri berita tentang keris pusaka unggulan yang akan dipersembahkannya itu.

Tetapi dua-tiga hari seiring merebaknya berita pusaka Nagapasa yang luar biasa itu, berkembang pula berita terbunuhnya Mpu Gandring dan tiga bilah  keris pusaka buatannya yang hilang. (bersambung)   

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia