Sabtu, 29 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik
Pilwali Kediri

Demokrat Sepakat Berkoalisi dengan PAN

06 Agustus 2017, 08: 10: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Demokrat Sepakat Berkoalisi dengan PAN

Share this          

KEDIRI KOTA - Partai Demokrat tak ingin bersusah-susah membuka pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali). Mereka memutuskan mengusung sang petahana, Wali Kota Abdullah Abu Bakar, sebagai calon yang mereka usung.

“Kami sudah jalin komunikasi yang sangat aktif dengan beliau,” terang Jaka Siswa Lelana, ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Kediri.

Menurut Jaka, partainya tidak hanya menjalin komunikasi secara pribadi dengan Abu. Tapi juga sudah menjalin komunikasi politik dengan PAN, partai pengusung Abu. Sejauh ini Jaka mengisyaratkan sudah ada sinkronisasi dan kesamaan visi misi.

“Kami sudah sepakat berkoalisi. Meski belum disahkan hitam di atas putih melalui rekomendasi DPP Demokrat,” tegasnya.

Jaka menyadari jika partainya hanya memiliki dua kursi saja di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri. Mereka tak bisa mengusung cawali secara mandiri. Karena itu sejak awal Demokrat terus menjalin komunikasi dengan Abu dan PAN.

Partai Demokrat, masih menurut Jaka, selama ini memang pro-pemerintah. Alasannya, kebijakan wali kota dianggap positif. Makanya Demokrat mantap untuk mengusung kembali Abu dalam bursa pilwali 2018 nanti.

Jaka menepis anggapan partainya mengajukan kader internal kepada Abu untuk posisi wakil wali kota. Mereka memasrahkan pilihan cawawali pada Abu.

“Tidak. Dari hasil rapat dengan DPW dan DPP, kami positif tidak mengajukan kader internal untuk pilwali Kota Kediri nanti,” bebernya kepada wartawan koran ini.

Jaka menjelaskan bahwa untuk cawawali nanti diserahkan ke cawalinya sendiri. Mau dengan siapa dia bersanding. Mengingat tidak mudah menyamakan ritme kerja dan gaya kepemimpinan.

Apakah Demokrat juga menjalin komunikasi dengan partai politik lainnya? Menurut Jaka pihaknya sejauh ini intens berkomunikasi dengan PAN saja. Mengingat partai berlambang matahari terbit tersebut sudah memiliki enam kursi sehingga dipastikan bisa mengusung calon.

Meskipun demikian, menurut Jaka, ada beberapa parpol lain yang juga berkomunikasi dengan PAN. Yaitu Gerindra dan PKS. Namun hingga saat ini belum diketahui seperti apa progressnya.

“Yang jelas untuk Demokrat sendiri insyaAllah sudah ada kesepakatan bergabung (dengan PAN),” tegasnya.

Untuk diketahui, Demokrat memutuskan untuk tidak membuka pendaftaran cawali dan cawawali. Meskipun ada pilihan untuk melaksanakannya. Menurut Jaka cara tersebut tidak efektif bagi partainya. “Kadung njaring, ternyata ikan yang terjaring tidak sesuai dengan sesuai dengan kriteria Demokrat,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia