Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Gelontorkan Rp 1,2 M, Pemkot Realisasikan RTH Rusunawa

Minggu, 06 Aug 2017 08:35 | editor : Adi Nugroho

MASIH SEADANYA: RTH di Rusunawa Kediri.

MASIH SEADANYA: RTH di Rusunawa Kediri. (DINA ROSYIDHA - RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri benar-benar menyeriusi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Proyek RTH dengan nilai mencapai Rp 1,29 miliar sudah disiapkan. Bahkan pembangunannya akan mulai pada bulan ini.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Hadi Wahjono, keberadaan RTH sangat penting. Merupakan prioritas proyek DPKP tahun ini. Alasannya, RTH nanti sangat penting bagi para penghuni rusunawa. Sebab, karena menghuni rusun, mereka jelas tak memiliki halaman. Sehingga membutuhkan keberadaan RTH sebagai sarana beraktivitas luar ruangan.

“RTH nantinya menjadi pusat kegiatan masyarakat. Jadi akan segera kami realisasikan,” kata Hadi.

Selain membuat RTH, pemkot juga akan membangun sarana penunjang lain. Seperti musala, jalan sebagai akses masuk sisi selatan dan utara, serta pagar yang mengelilingi rusunawa. Semuanya agar tercipta hunian yang nyaman bagi masyarakat.

“DED sudah ada tinggal menunggu hasil lelang,” jelasnya.

Pihak DPKP sendiri telah menganggarkan Rp 4,6 miliar untuk proyek secara keseluruhan. Sedangkan khusus untuk RTH menelan anggaran sekitar Rp 1,29 miliar. Pagar dan jalan anggarannya disiapkan  sebesar Rp 1,12 miliar dan Rp 680 juta. Sisanya untuk membangun musala.

Menurut Hadi, seluruh pekerjaan konstruksinya akan selesai paling lambat akhir tahun ini. Itu seiring dengan rencana Wali Kota Abdullah Abu Bakar yang menargetkan seluruh unit di seluruh blok rusunawa terisi penuh. Karena itulah, selain menyelesaikan kegiatan fisik, Hadi juga sedang menjadwalkan untuk pendaftar lanjutan.

“Untuk saat ini pendaftaran masih ditutup sementara. Sambil menunggu hasil rapat dengan kelurahan terkait,” tambah pria berkacamata tersebut.

Prioritas penghuni rusunawa yang berada di Kelurahan Dandangan ini berasal dari empat kelurahan. Yaitu warga Kelurahan Dandangan, Kelurahan Balowerti, Kelurahan Ngadirejo, dan Kelurahan Semampir. Namun, antusiasme warga semakin menurun. Dari pengambil formulir yang sebanyak 610 orang, tingkat pengembaliannya tak sampai setengahnya. Hanya 288 formulir yang sudah kembali.

Awalnya, pihak DPKP menutup pendaftaran karena formulir yang terambil melebihi jumlah hunian yang disiapkan. Sebab, kapasitas hunian dengan lima twinblock itu sebanyak 490 unit. Namun, setelah melihat antusiasme warga yang semakin menurun, DPKP berencana membuka kembali pendaftaran.

Hadi berencana melakukan koordinasi dengan empat kelurahan tersebut. Untuk mengambil sikap lebih lanjut terkait pendaftaran penghuni rusunawa. Sebab, Hadi melihat antusiasme warga di luar empat kelurahan itu sangat tinggi. Karena itulah dia juga akan mengajukan kepada wali kota untuk memberikan kebijakan baru terkait pendaftar rusunawa.

“Semua kebijakan nanti ada di Pak Wali. Makanya ini nanti akan segera dilaporkan kondisi terkini,” tegasnya.

Untuk diketahui, ada lima twinblock di rusunawa tersebut. Dua di antaranya sudah terisi penuh. Yaitu blok A dan blok B. Dua blok lagi, blok C dan E, sedang dalam tahap persiapan. Sedangkan yang saat ini masih kosong dan siap huni adalah blok D yang berada di sisi selatan. “Kapasitas setiap twinblock sekitar 98 unit,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia