Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Liga 2 Indonesia

Bejo : Kami Menang dengan Fair

02 Agustus 2017, 06: 04: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

DUEL: Ady Eko Jayanto berebut bola dengan pemain PS Mojokerto Putra.

DUEL: Ady Eko Jayanto berebut bola dengan pemain PS Mojokerto Putra. (RINO HAYYU SETYO - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA - Stadion Brawijaya sontak bergemuruh. Sorak-sorai Persikmania terdengar semakin kencang. Pemain-pemain Persik pun berlarian ke pinggir lapangan. Mengerubuti pemain baru Persik, Bima Ragil, yang telah berdiri di sentelban.

Itulah suasana yang tergambar pada menit ke-82. Usai pemain yang baru bergabung beberapa hari lalu itu mencetak sebiji gol ke gawang PS Mojokerto Putra (PSMP). Gol semata wayang yang juga menjadi satu-satunya gol yang terjadi dalam pertandingan sore kemarin.

Bima jelas gembira dengan hasil itu. Apalagi bisa menjadi penentu kemenangan. “Sangat gembira bisa mencetak gol. Terimakasih atas kepercayaan pelatih memainkan saya selama 90 menit,” aku sang pemain usai pertandingan.

Laga kemarin berlangsung dramatis. Serangan bertubi-tubi yang dilakukan Persik nyaris selalu kandas di barisan pertahanan lawan. Persikmania pun dibuat tegang dengan harus menunggu sampai waktu normal kurang 8 menit sampai gol itu terjadi.

Lebih penting lagi, gol itu sekaligus membuat Persik mengudeta lawannya. Mereka kini bercokol di puncak klasemen Grup 6 Liga 2. Menggusur PSMP ke posisi runner-up. Persik mengantongi nilai 17. Sedangkan PSMP 15 angka.

Pertandingan yang dipimpin wasit Hambali asal Palembang itu berjalan dalam atmosfir panas. Hasrat Persik membalas kekalahan di putaran kedua ditunjukkan. Namun, PSMP pun berani meladeni ambisi tersebut.

Tak pelak, hujan kartu pun terjadi. Pada babak pertama wasit mengeluarkan lima kartu kuning. Dua untuk pemain tuan rumah dan tiga untuk sang tamu. Dua pemain Persik yang menerima KK itu adalah Febly Gushendra menit ke-21 dan Zaky Makhtary  pada menit ke-31. Sedangkan tiga kartu kuning PSMP diperoleh Mujib Ridwan menit ke-27, Ricky Kambuaya menit ke-31, dan Finky Pasamba pada menit ke-37.

Kehadiran Bima Ragil sangat terasa mewarnai permainan Persik. Adi Eko Jayanto dkk memeragakan permainan cepat. Serangan pun lebih banyak berasal dari sektor tengah. Bima mampu memperlancar alur bola dari lapangan tengah ke depan.

Sayangnya, hingga babak pertama usai skuad arahan Bejo Sugiantoro ini harus bertirakat gol terlebih dulu. Tidak ada satu bola pun yang bisa dimaksimalkan menjadi gol. Meskipun setidaknya ada dua kali kesempatan emas yang diperoleh Feri Kurniawan. Pada menit ke-33, tendangannya masih melambung ke atas mistar gawang PSMP. Sedangkan kesempatan kedua pada menit ke-40. Tendangan kaki kanan Feri itu terlalu lemah sehingga mudah untuk diamankan penjaga gawang PSMP.

Pada babak kedua serangan yang dibangun Persik tak mengendur. Peluang didapat Bima pada menit ke-57. Umpan Feri, setelah berhasil mengecoh pertahanan lawan, coba disundul Bima. Tapi bola mengarah ke atas gawang.

Pada menit ke-71, pelatih Bejo menarik keluar Zaky. Dan ganti memasukkan Beni Oktovianto. Nah, berawal dari assist Beni itulah Bima bisa mendapat ruang tembak. Aksi coming from behind pemain itu membuat Kiper PSMP, Putut Wijiarto terkecoh. Bola tendangan Bima pun meluncur deras ke jala gawang.

Hingga empat menit tambahan waktu dari wasit, skor 1-0 itu tak berubah. Dan membawa Persik ke puncak klasemen dengan 17 poin.

“Alhamdulillah tiga poin kami raih lagi. Ini bukti dari kami,” tegas pelatih Persik Bejo kepada awak media.

Menurutnya, PSMP yang sempat meremehkan Persik pada putaran pertama itu kini harus tutup mulut. Sebab, kemenangan kontroversial PSMP di Stadion Gajah Mada (6/5) itu berhasil dibalik dengan permainan fair oleh Macan Putih.

“Semua pemain kami akan terus berjuang untuk pertandingan ke depan. Yang jelas, kami sudah buktikan bagaimana bermain yang bersih,” suluk Bejo.

Di kubu PSMP, pelatih Redi Supriyanto mengaku bila permainan anak buahnya sudah baik. Parameternya, adalah Persik yang sulit menjebol gawang mereka. Redi berdalih jika kondisi kiper Putut sedang kurang fit. Sehingga di menit akhir gawangnya dapat dijebol Macan Putih.

“Saya kira Persik juga kesulitan masuk ke pertahanan kami. Lagi pula kiper kami juga kurang sehat,” dalihnya. 

(rk/noe/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia