Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 11

Putri Tunggal Kesayangan Ditawan

27 Juli 2017, 09: 35: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Putri Tunggal Kesayangan Ditawan

Share this          

“Muncul pemuda gagah yang dikenal sebagai Warok (ahli berkelahi), mampu berlari melebihi kecepatan kijang dan tanpa kesulitan menangkap harimau”

Di antara berbagai perubahan keadaan sejak berkuasanya Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya yang dianggap paling menyedihkan oleh  Dang acarya Girindratmaja Purwwawijaya adalah nasib puteri tunggal kesayangannya, Dyah Ardhanareswari Nararya Prajnyaparamitha.

Sejak usia delapan tahun telah menjadi tawanan balaprajurit Panjalu dan pada usia duabelas tahun diperisteri wakil raja Panjalu Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya.

Sungguh, tidak ada kepedihan paling memilukan dari rasa sakit yang pernah dirasakan oleh Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya kecuali menerima kenyataan puteri tunggal kesayangannya dijadikan tawanan dan kemudian diperisteri oleh wakil raja Panjalu, Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya.

Dalam kepedihan yang tak tergambarkan itulah Dang acarya Girindratmaja Purwwawijaya diam-diam memaklumkan swayambhara, bahwa barangsiapa di antara ksatria yang dapat mengalahkan Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya dan membebaskan puterinya dari kekuasaan wakil raja Panjalu itu akan dijadikannya sebagai menantu sekaligus pewaris tahta Janggala di Tumapel yang jaya.

Setelah berbilang tahun tidak satu pun ksatria yang muncul menyambut swayambhara yang dimaklumkan Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya, pada satu sore di bulan Bhadra, sewaktu langit di barat gunung disaput cahaya merah membara, muncul pemuda gagah berani bernama Ranggah keturunan Rajasa, yang dikenal sebagai Warok (ahli berkelahi), yang mampu berlari melebihi kecepatan kijang dan tanpa kesulitan menangkap seekor harimau dan belum pernah terkalahkan dalam berduel (rok) mengadu kedigdayaan.

Ranggah yang mengetahui swayambhara dari Gagak Inget, kawan dari Tuwan Tita, menghadap Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya guna memperoleh penjelasan pasti mengenai swayambhara rahasia  tersebut.

  Sewaktu berhadap-hadapan dengan Ranggah yang mengaku keturunan Rajasa di pendapa Biara Tegal Gandalayu, Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya termangu-mangu untuk beberapa jenak memandangi wajah pemuda di hadapannya yang sepertinya pernah ia kenal.

Namun sampai lama mengamati, ingatannya yang melemah akibat penderitaan yang dialaminya, ia belum mampu menangkap gambaran yang jelas tentang siapa sejatinya pemuda yang duduk di hadapannya dan kapan ia pernah melihatnya. Ia benar-benar lupa tentang siapa sejatinya ksatria muda tersebut. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia