Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 06

Mimpi Ditemui Ksatria Piningit

22 Juli 2017, 16: 43: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

KARYA: AGUS SUNYOTO

KARYA: AGUS SUNYOTO (ILUSTRASI: NAKULA AGI - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

“Nama Ken yang disandang Ken Endog adalah nama warisan kuno dari pendiri Kerajaan Kanjuuruhan Sri Narapati Gajayana, yang memiliki nama asli Ken Limwa”

     Ranggah Rajasa, putera bungsu Sri Maharaja Jayamerta Sang Brahmaraja Girindrattama Girinatha Wiswarupakumara tidak dilahirkan di dalam lingkungan  istana Tumapel.

Melainkan di kediaman ibundanya di desa Pangkur yang terletak di pinggir Alas Katangga (hutan wiracarita), yang menurut legenda adalah hutan tempat keluarnya Ksatria Piningit yang bakal menjadi Ratu Gung Binatara yang membawa keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, dan keaman-tenteraman bagi seluruh  penduduk Jawadwipamandala.

Ken Endog, ibunda Ranggah Rajasa, meski tinggal di desa terpencil namun bukanlah wanita dari golongan weisya, sudra  apalagi candala. Ia berasal  dari keluarga terhormat Gajapara, yang termasyhur sebagai keluarga pertapa yang suka mengasingkan diri dari kehidupan ramai duniawi.

Nama Ken yang disandang Ken Endog, adalah nama warisan kuno dari pendiri Kerajaan Kanjuuruhan Sri Narapati Gajayana, yang memiliki nama asli Ken Limwa.

Menurut cerita, pertemuan antara Ken Endog dengan Sri Maharaja Jayamerta Sang Brahmaraja Girindrattama Girinatha Wiswarupakumara. Yang Dipertuan negeri Jenggala, diawali dari ketidak-sengajaan sewaktu Sri Maharaja Jayamerta Sang Brahmaraja Girindrattama Girinatha Wiswarupakumara melakukan penyamaran ke Alas Katangga karena mimpi ditemui Ksatria Piningit yang mewujud sebagai bocah kecil keluar dari hutan legenda itu.

Tanpa diduga dan tanpa disangka-sangka, Sri Maharaja Jayamerta Sang Brahmaraja Girindrattama Girinatha Wiswarupakumara berpapasan di jalan yang membentang di pinggir hutan. Seperti Kama menyaksikan Ratih, Sri Maharaja Jayamerta Sang Brahmaraja Girindrattama Girinatha Wiswarupakumara seketika jatuh hati pada pandangan pertama.

Dalam amukan cinta yang memabukkan, Sri Maharaja Jayamerta Sang Brahmaraja Girindrattama Girinatha Wiswarupakumara mngungkapkan perasaan cintanya kepada Ken Endog. Ken Endog yang juga terluka oleh panah asmara Kama, mengungkapkan perasaan hatinya, “Sungguh, hati hamba telah tertambat oleh Tuan. Tetapi tubuh hamba telah dipinang oleh pertapa muda yang masih kerabat hamba.” (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia