Senin, 16 Jul 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pria Mengamuk Bawa Celurit

Depresi karena Keluar dari Pekerjaan

Selasa, 10 Jul 2018 06:45 | editor : Adi Nugroho

Petugas Polsek Gampengrejo mengamankan celurit dari lahan pekarangan Desa Dolopo, Kecamatan Ngasem, kemarin.

Petugas Polsek Gampengrejo mengamankan celurit dari lahan pekarangan Desa Dolopo, Kecamatan Ngasem, kemarin.

KEDIRI KABUPATEN - Sutrisno, warga Desa Dolopo, Kecamatan Ngasem berulah kemarin pagi (9/7). Ia mengamuk di kebunnya. Diduga lantaran depresi. Yang mengkhawatirkan, pria ini mengamuk sambil membawa celurit.

Karena bersenjata tajam (sajam) itulah warga ketakutan. Mereka terganggu dengan ulah Sutrisno. Akibatnya, warga melaporkannya ke Polsek Gampengrejo. Sekitar pukul 06.15 WIB, Kapolsek Gampengrejo beserta anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi kejadian, Kapolsek Gampengrejo beserta anggota langsung menemui istri dan keluarga Sutrisno. Mereka ternyata telah berada di kebun. Kemudian, petugas membujuk Sutrisno agar menyerahkan celurit yang dibawanya.

“Kami rayu di depan pintu kebun miliknya yang dikunci dari dalam,” terang Kapolsek Gampengrejo AKP Mukhlason.

Sutrisno sendiri berada di kebun yang tidak kelihatan karena tertutup pagar pohon. Setelah dirayu, akhirnya Sutrisno mau menyerahkan celurit yang dibawanya. “Akhirnya berhasil kami bujuk,” ujarnya.

Begitu celurit bisa diamankan, petugas dan istri Sutrisno masuk ke kebun untuk berdialog dengan Sutrisno. Mereka membujuknya supaya mau pulang. Setelah diajak bicara baik-baik oleh petugas dan istrinya, Sutrisno pun mau pulang ke rumahnya.

Menurut Mukhlason, saat mengamuk Sutrisno tidak melukai warga. Dia hanya membawa celurit saja. Namun akibat aksinya, warga resah dan ketakutan. “Warga masuk rumah semua karena ketakutan,” imbuhnya.

Setelah diusut, ternyata Sutrisno pernah menjalani rehabilitasi jiwa di Nganjuk. Beberapa tahun ia mengalami depresi lantaran keluar dari pekerjaannya. Meskipun sempat meresahkan warga sekitarnya, Sutrisno tidak ditahan. Namun, barang bukti celurit diamankan mapolsek. “Kami serahkan ke keluarganya dan perangkat desa,” pungkas Mukhlason.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia