Jumat, 20 Jul 2018
radarkediri
icon-featured
Travelling
Catatan dari Perjalanan Umrah Plus Turki (4)

Berburu Turkish Delight

Senin, 05 Mar 2018 14:42 | editor : Adi Nugroho

OLEH-OLEH: Jamaah umrah Rameyza Tour & Travel mendapatkan penjelasan dari manager toko yang menjual Turkish Delight.

OLEH-OLEH: Jamaah umrah Rameyza Tour & Travel mendapatkan penjelasan dari manager toko yang menjual Turkish Delight. (Mahfud - RadarKediri/JawaPos.com)

Bursa adalah kota terbesar keempat di Turki. Di belakang Istanbul, Ankara, dan Izmir. Kota ini juga menawarkan destinasi wisata yang menawan. Termasuk tempat berbelanja buah tangan.

Tak lengkap rasanya mengunjungi Turki bila tak ke Kota Bursa. Seperti halnya Istanbul, kota ini juga punya nilai sejarah yang tinggi. Pernah menjadi ibu kota Kesultanan Turki Utsmani. Persisnya di abad ke-14.

Kota seluas sekitar 11.000 meter persegi inilah tujuan jamaah umrah plus Turki Rameyza Tour and Travel selepas menikmati keindahan Kota Istanbul. Seperti yang dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, perjalanan ke Bursa memakan waktu 3,5 jam dengan bus. Melewati Jembatan Bosporus.

Tujuan utama jamaah umrah plus Turki Rameyza sejatinya adalah gunung Uludag. Melihat puncak gunung yang berselimut salju. Namun, sayang rasanya bila tak mampir dulu di pusat kota. Tentu saja untuk berbelanja buah tangan alias oleh-oleh.

Dan, tujuan rombongan adalah outlet Munira. Tempat berbelanja lengkap oleh-oleh khas Turki. Mulai dari makanan, parfum, perlengkapan salat, kerudung, pernik-pernik, hingga parfum. Dan, yang tak ketinggalan adalah Turkish delight, makanan semacam manisan khas negara Kemal Attaturk.

Sebelum berbelanja, rombongan dikumpulkan lebih dulu di depan konter khusus. Tempatnya mirip meja bartender. Dengan etalase kaca di bagian belakangnya. Di tempat ini, store manager kemudian ‘berpidato’. Menjelaskan tentang produk andalan mereka.

“Silakan berkumpul. Manajer toko akan memberi cerita sebelum Anda semua bisa berbelanja,” ujar Ibrahim, sang tour guide.

Yang dijelaskan pertama kali oleh sang store manager adalah parfum. Dia juga meneteskan wewangian itu di tangan rombongan. Setelah itu, dia juga menjelaskan tentang produk lain. Mulai minyak zaitun hingga Turkish delight.

Usai mendengar promo dari store manager, rombongan kemudian disodori Turkish delight. Makanan ini adalah semacam manisan. Berlapis jelly dengan topping aneka rasa. Disajikan dalam potongan kecil sebesar dodol. Rasanya manis.

Turkish delight ini yang kemudian jadi buruan anggota rombongan sebagai buah tangan. Dijadikan oleh-oleh untuk keluarga atau kenalan di tanah air. Kemasannya beraneka ukuran. Kualitasnya juga beraneka macam. Mulai yang mahal hingga yang murah.

Setelah itu, ada lagi karyawan toko yang mengedarkan minuman dalam gelas-gelas kecil. Mereka menyebut sebagai apple tea. Teh apel. Disajikan panas. Pas untuk saat itu yang sedang musim dingin.  (fud/bersambung)

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia