Senin, 23 Jul 2018
radarkediri
icon-featured
Travelling
Catatan dari Perjalanan Umrah Plus Turki (3)

Lewat Bosporus Bridge, Menyaksikan Muara Tanduk Emas

Sabtu, 03 Mar 2018 02:52 | editor : Adi Nugroho

selat bosporus - radar kediri

MENDUNG: Selat Bosporus. (MAHFUD - JawaPos.com/RadarKediri)

Antara benua Asia dan Eropa yang membelah Istanbul dihubungkan dengan Jembatan Bosporus. Jembatan ini melintang di atas selat dengan nama yang sama. Menjadi salah satu di antara deretan jembatan gantung terpanjang di dunia.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, kita sekarang melewati Jembatan Bosporus kedua. Jembatan inilah yang menghubungkan antara daerah Istambul Eropa dengan Istanbul yang Asia,” demikian Ibrahim, sang tour guide jamaah umrah plus Turki Rameyza Tour and Travel bersuara sepanjang melewati jembatan.

Saat itu, rombongan tengah menuju Kota Bursa. Kota terbesar keempat di Turki. Dari Istanbul bila menuju ke Bursa berjalan ke arah Selatan. Sekitar 3,5 jam perjalanan dengan bus wisata. Atau sejauh sekitar 100 kilometer.

Menuju Bursa dapat menggunakan dua cara. Bisa menumpang feri. Menyeberangi selat Bosporus. Bertolaknya dari pelabuhan Yenikapi.

Cara kedua tentu saja melalui jalan darat. Dengan menumpang bus. Ada banyak bus umum yang menuju Kota Bursa. Namun, bagi jamaah umrah plus Turki Rameyza Tour and Travel, tentu saja menumpang bus wisata yang sangat nyaman. Dengan double seat di kanan dan kiri namun lebih lapang dibanding bus-bus wisata yang ada di Indonesia. Lengkap dengan fasilitas seperti wifi.

Bila melalui jalan darat, tentu saja harus melalui Jembatan Bosporus. Beruntung bagi jamaah umrah plus Turki dari Rameyza, dua jembatan Bosporus mereka lewati semua. Ketika berangkat melintas Jembatan Bosporus kedua. Sedangkan ketika kembali ke Istanbul keesokan harinya melewati Jembatan Bosporus pertama.

Jembatan Bosporus kedua juga punya nama lain. Jembatan Sultan Mehmet, diambil dari salah satu raja di kekhalifahan Turki Utsmani. Jembatan ini terletak di utara Jembatan Bosporus lama. Sekitar 5 kilometer. Panjang kedua jembatan ini pun hampir sama. Yaitu sekitar 1,5 kilometer. Dengan konstruksi jembatan gantung.

Melewati jembatan ini tentu akan memunculkan sensasi tersendiri. Khususnya bagi jamaah umrah plus Turki dari Rameyza Tour and  Travel. Sebab, mereka tak sekadar melintas menyeberangi antar kota atau antar pulau. Tapi melintas di antarbenua. Bertolak dari Benua Eropa dan berakhir di Benua Asia! Sungguh perjalanan yang sensasional.

Belum lagi ketika melihat pemandangan di kanan-kiri. Seperti yang sudah ditulis edisi sebelumnya, dari Jembatan Bosporus itu kita bisa melihat eksotisme wilayah Istanbul Old City. Dengan bangunan-bangunan tua, masjid berciri kubah besar dan menara tinggi menjulang, serta dengan reruntuhan benteng yang masih tetap dipertahankan keasliannya.

Selain itu kita juga bisa menyaksikan muara yang sangat terkenal di Turki. Tanduk Emas. Pertemuan antara Selat Bosporus dengan Laut Marmara ini memang menyerupai tanduk. Melengkung di kedua ujungnya. Kondisi geografis inilah yang konon membuat Istanbul menjadi benteng tangguh. Sulit untuk ditaklukkan oleh musuh.

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia