Minggu, 22 Jul 2018
radarkediri
icon-featured
Travelling
Ke Turki, Menyaksikan Jejak Kebesaran Islam (1)

Ada Jamaah yang Berasal dari Polewali

Selasa, 13 Feb 2018 16:16 | editor : Adi Nugroho

umrah - radar kediri

SIAP TERBANG: Jamaah umrah Rameyza Tour and Travel berada di Bandara Juanda menuju Turki. (MAHFUD - JawaPos.com/RadarKediri)

Turki menjadi salah satu negara yang banyak memiliki riwayat sejarah kejayaan Islam. Karena itu, banyak umat Islam yang juga tertarik mengunjungi negara itu. Mulai hari ini, Pimred Jawa Pos Radar Kediri Mahfud, yang sedang mengikuti perjalanan umrah bersama Rameyza Tour and Travel, akan memberikan laporan khususnya.

Puluhan jamaah umrah Rameyza Tour & Travel berdatangan di depan Masjid Baitturahman Tepus, Kabupaten Kediri sejak pukul 10.30 kemarin. Sebagian besar datang dengan diantar keluarganya. Petugas tampak mengangkat koper dan memasukkan ke bagasi bus pariwisata yang sudah menunggu di lokasi. Sehingga, jamaah tidak perlu repot dengan kopernya.

Tak berselang lama, Pimpinan Rameyza Tour & Travel Siti Maslihah mengabsen jamaah umrah plus Turki. Setelah itu, dilaksanakan doa bersama sebelum berangkat ke Bandara Juanda Surabaya. Rencananya, jamaah akan terbang ke Jakarta terlebih dulu. Di Jakarta, jamaah menginap semalam. Pagi ini, jamaah rencananya akan terbang ke Turki dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines.

Banyaknya jamaah umrah dari luar Kediri ini sebagai bukti bahwa Rameyza Tour & Travel semakin dipercaya masyarakat. Karena itu, untuk pemberangkatan umrah bulan Maret sudah penuh seat-nya. “Alhamdulillah sekarang, dua kali pemberangkatan setiap bulan. Padahal tahun lalu, hanya satu kali pemberangkatan,” ujar Hj Siti Maslihah.

Mengapa ke Turki? Tentu bukan tujuan wisata yang diutamakan. Niat utama membawa jamaah ke rute ini tentu untuk muatan ibadah. Memperdalam wawasan tentang Islam.

Ya. Turki memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Islam. Pengaruh dan kekuasaan Islam sebagai suatu wilayah sangat erat dengan sejarah Turki. Kekhalifahan Utsmania sangat berperan dalam mengembangkan Islam ke Eropa.

"Peninggalan-peninggalan sejarah Islam sangat banyak di Turki. Dan itu bisa menjadi tujuan ziarah yang bermanfaat," jelas Hj Siti Maslihah. Sebagai destinasi wisata rohani, Turki memang punya banyak hal menarik. Di negara ini mayoritas penduduknya adalah muslim. Negara ini juga mengalami kehidupan bernegara yang sangat fluktuatif. Mulai bentuk kekaisaran Islam di era Turki Utsmani, menjadi republik yang amat sekuler di era Kamal Attaturk, hingga saat ini, ketiga Islam kembali jadi kiblat. Walaupun pemerintahan masih bernuansa sekuler.

Setidaknya, ada beberapa destinasi yang 'wajib' dikunjungi oleh jamaah umrah ketika berada di Istambul. Di antaranya adalah Blue Mosque atau masjid biru dan museum Aya Sofia.

Nama Masjid Biru merujuk pada warna kubahnya yang biru. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Ahmed 1. Ini merupakan satu dari dua masjid di Turki yang memiliki 6 menara. Satu lagi dibangun di Adana.

Sedangkan Aya Sofia jadi menarik karena awalnya adalah satu katedral. Dibangun di zaman Konstantinopel. Saat masa kesultanan Islam, katedral ini menjadi masjid. Kemudian, saat Turki bersistem pemerintahan sekuler Aya Sofia jadi museum, hingga saat ini.

Rute baru ibadah umrah, dengan melewati, Turki relatif mendapat atensi tinggi. Peminatnya relatif banyak. Untuk rombongan umrah kali ini jumlah anggotanya mencapai 39 jamaah. Mereka tak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri saja. Juga ada rombongan yang dari Nganjuk, Tulungagung, Kota Malang, atau bahkan Polewali, Sulbar. Mayoritas jamaah yang berangkat telah lebih sekali melakukan umrah.

Semangat para jamaah umrah Rameyza juga tak surut meski di Turki dan Tanah Suci sedang musim dingin. Cuaca dingin tersebut justru menjadi tantangan tersendiri. Mereka tetap mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah umrah sebaik-nya. Tanpa terlalu terpengaruh dengan soal cuaca.

Mayoritas para jamaah mempersiapkan diri untuk suhu dingin di Turki maupun Arab Saudi. Jaket dan celana khusus mereka siapkan. "Saya siapkan celana khusus mengantisipasi suhu dingin ini,"  kata Hadi Sofkhan, jamaah asal Kertosono.

Informasinya, di Turki saat ini sedang turun salju. Suhunya sudah di bawah 10 derajat. Laporan cuaca kemarin (11/2) suhu di Istambul mencapai 9 derajat celcius! Suatu kondisi yang, tentu saja, ekstrem bagi mayoritas anggota jamaah.

Bila di Turki suhu sangat dingin, di Arab Saudi pun tidak jauh beda. Hanya masih agak mendingan. Karena info terakhir suhu di Arab Saudi saat ini adalah 18 derajat. "Mudah2an saat umrah nanti suhu bisa lebih hangat lagi," harap John Edianto, jamaah asal Mojoroto.

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia