Suasana bertambah meriah ketika Kak Ami, pendongeng asal Blitar, membuka acara dengan cerita-cerita ringan yang dibawakan bersama boneka-boneka tangannya. Dengan suara yang berubah-ubah dan gerak boneka yang lincah, Kak Ami sukses mencairkan suasana. Anak-anak tertawa lepas, bertepuk tangan, bahkan sesekali berebut menjawab pertanyaan—sebuah pemandangan yang jarang ditemui di sebuah kantor partai.
Berbarengan menyambut Bulan Rajab, kantor DPD PAN Kabupaten Kediri di sisi timur Simpang Lima Gumul beralih menjadi ruang doa dan kehangatan. Melalui doa bersama dan refleksi akhir tahun, PAN Kabupaten Kediri menghadirkan anak-anak yatim dan piatu dari sekitar kantor serta sejumlah panti asuhan.
Mereka tak sekadar diundang, tetapi dimuliakan—duduk di barisan utama, berdoa bersama, dan menerima santunan—dalam suasana tanpa sekat antara politisi dan masyarakat, yang terasa hanyalah kebersamaan.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPD PAN Kabupaten Kediri, H. Fanani Sumali, mengingatkan bahwa memuliakan anak yatim merupakan ajaran utama dalam Islam. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Kelak di hari akhir aku dan anak yatim seperti dua jari yang saling bersisian,” ucapnya. Kalimat itu disampaikan pelan, namun mengendap dalam suasana yang mendadak hening dan khidmat.
Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri, M. Yusuf Aziz, menyebut akhir tahun sebagai momentum untuk berhenti sejenak dan menengok ke dalam diri. “Kita juga harus berempati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana alam di Aceh dan Sumatra. Akhir tahun ini menjadi saat yang tepat bagi PAN untuk bermuhasabah dan berdoa bersama,” ujarnya.
Di antara anak-anak yang hadir, Wahyu, salah satu penghuni Panti Asuhan Muhammadiyah Gurah, menyampaikan rasa terima kasihnya. Dengan suara lirih namun mantap, ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan.
“Ini bentuk perhatian yang nyata dari partai kepada masyarakat, terutama kepada kami yang dari kalangan tidak mampu,” katanya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Partai Amanat Nasional. Secara serentak, seluruh DPD dan DPW PAN di Indonesia mengikuti acara serupa melalui sambungan zoom meeting. Dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad Latif mengajak seluruh kader PAN untuk menjadikan politik sebagai jalan pengabdian.
Menurutnya, kekuasaan sejatinya hanyalah alat untuk menghadirkan kemaslahatan, terutama bagi mereka yang kerap terpinggirkan. “Jangan lelah berbuat baik, karena doa orang-orang kecil—anak yatim dan kaum dhuafa—sering kali menjadi pintu pertolongan Allah,” tuturnya.
Acara ditutup dengan pemberian bingkisan dan santunan kepada anak-anak yatim. Mereka pulang dengan senyum yang tak mudah disembunyikan, meninggalkan jejak kehangatan. Di kantor DPD PAN hari itu, politik menemukan wajahnya yang paling manusiawi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian