Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Puluhan Ribu UMKM Tumbuh dan Berkembang di Kota Kediri (1)

Pengusaha Usia Muda Paling Mendominasi

27 November 2018, 18: 17: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Puluhan Ribu UMKM Tumbuh dan Berkembang di Kota Kediri (1)

PENOPANG EKONOMI: Kerajinan tenun di Kota Kediri. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

Share this      

Pertumbuhan jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Kediri menunjukkan grafik signifikan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada  2011 ada 32 ribu UMKM. Sedangkan pada 2016 menjadi 39 ribu.

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (UMTK) Kristianto, UMKM di Kota Kediri mengalami pertumbuhan pesat. Baik yang terjun di sektor makanan minuman (mamin), kerajinan, batik, tenun, dan yang lain.

Baca juga: Imigrasi Berikan Fasilitas Khusus Kelompok Rentan

“Ini berdasarkan data dari BPS ya. Pada 2011 sebanyak 32 ribu. Lalu sensus ekonomi dari BPS tahun 2016 UMKM ada 39 ribu,” terang Kristianto.

Menurutnya, kondisi itu juga sejalan dengan upaya yang dilakukan dinas UMTK. Mereka mengantisipasi dampak dari tren tenaga kerja produktif yang hanya mengandalkan pekerjaan dari sektor formal seperti menjadi PNS.

Apalagi sejak dinas tenaga kerja bergabung dengan dinas koperasi dan UMKM. Dinas UMTK pun berusaha melakukan upaya sinergisitas. Salah satunya dengan sosialisasi. Membuka wawasan masyarakat agar mencoba hal baru dengan wirausaha. Menghasilkan nilai ekonomis dari usaha yang dirintis.

Karena itu, wajar bila jumlah pelaku UMKM Kota Kediri terus mengalami peningkatan. “Ada yang awalnya mencoba usaha, ujung-ujungnya malah senang. Dan menekuni usahanya sebagai pekerjaan tetap,” ungkap Kris kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, hal tersebut karena sebagian besar pelaku UMKM sudah merasakan hasil. Seperti mulai menjamurnya pedagang kaki lima di sekitar Stadion Brawijaya dan jalan PK Bangsa. “Itu sebagian besar yang berjualan anak-anak muda. Karena mereka sebagai PKL. Mereka itu binaan dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag),” imbuhnya.

Fuad Chandra, salah seorang pendamping UMKM Kota Kediri menjelaskan, data tersebut merupakan data terbaru yang dimiliki. “Banyak dari pelaku UMKM yang baru merintis, sudah mendaftarkan usaha mereka dengan SIUP maupun TDP,” tuturnya.

UMKM yang terdaftar di antaranya dalam bidang makanan minuman, katering, jahit, pertanian, peternakan, mebel, konveksi, percetakan, dan lain-lain. “Bila dikelompokan lagi, masih ada UMKM unggulan hingga UMKM yang sudah memiliki perizinan hingga SNI dan sertifikat halal,” ujarnya.

Ia mengakui bila ada satu orang yang memiliki lebih dari 1 usaha. Seperti pemilik usaha sambel tumpang instan juga memiliki usaha terasi. Tidak menutup kemungkinan pelaku usaha batik juga mendaftarkan konveksi baju batiknya.

Dari jumlah tersebut, terbagi lagi menjadi 80 UMKM unggulan. Mereka merupakan UMKM yang berhasil mengikuti lomba. “UMKM tersebut termasuk binaan dan bentuk pendampingan kita,” ujar Edit Suwantara, koordinator Klinik UMKM Kota Kediri.

Ia menjelaskan 80 UMKM unggulan tersebut terdiri dari 80 orang yang sudah memilik izin usaha secara resmi. Pemberian nama produk secara legal serta mampu mengikuti pameran UMKM dalam skala provinsi hingga nasional.

Dari 80 UMKM unggulan tersebar di tiga kecamatan. Dan paling banyak adlaah pengusaha mamin. “Makanan dan minuman terus berkembang seriring dengan adanya fasilitas dan pelatihan-pelatihan,” terangnya.

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia