Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik
Dua Minggu, Vaksinasi 11 Ribu Orang

Bupati Kediri Soroti 3 Kecamatan yang Capaiannya Minim

26 November 2021, 09: 51: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Bupati Kediri Soroti 3 Kecamatan yang Capaiannya Minim

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengevaluasi capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kediri. Dia menyoroti tiga kecamatan yang persentasenya masih minim. Untuk mengoptimalkannya, orang nomor satu di Pemkab Kediri ini memberi waktu selama dua minggu untuk vaksinasi 11 ribu orang.

          Ditemui di pendapa Pemkab Kediri kemarin, putra sulung Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo ini mengatakan, pihaknya menargetkan vaksinasi korona bisa mencapai 60 persen sebelum natal dan tahun baru. “Target itu harus bisa dicapai,” katanya.

          Lebih jauh bapak satu anak itu menjelaskan, dari total 26 kecamatan di Kabupaten Kediri, ada tiga kecamatan yang capaian vaksinasi lansianya masih rendah. Yaitu, Mojo, Badas, dan Kepung. Dengan kondisi tersebut, ketiganya merupakan lokasi prioritas untuk terus digenjot pelaksanaannya.

Baca juga: Kekurangan Puluhan Kepala Sekolah Dasar

          Jika puskesmas kekurangan vaksin, Dhito menyebut dinas kesehatan akan langsung mengirimkannya. Sehingga, vaksinasi di sana bisa dimaksimalkan.

          Suami Eriani Annisa itu mengakui jika kendala vaksinasi lansia bukan hanya stok vaksin saja. Melainkan, banyak penolakan dari para lansia yang menjadi sasaran. Selain itu, kendala jarak tempat vaksin dengan rumah lansia yang jauh juga dikeluhkan. “Padahal vaksinasi lansia ini sangat penting karena mereka juga kelompok rentan,” terangnya.

          Merespons berbagai kendala tersebut, Dhito mengaku akan menerapkan beragam strategi. Opsi pertama melakukan vaksinasi door to door. Jika cara ini dianggap kurang efisien, pihaknya akan memobilisasi massa di tingkat dusun.

Jika cara tersebut belum juga bisa mengoptimalkan capaian vaksinasi, menurut Dhito penyuntikan vaksin akan dialkukan di tingkat RT. “Intinya kami

akan mendekati sasaran agar vaksinasi bisa optimal,” tegasnya.

          Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib menuturkan, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan vaksinasi tidak ada masalah. Selain di dinas kesehatan, nakes yang ada di puskesmas siap melakukan vaksinasi.

          Seperti halnya Dhito, Khotib menyebut masalah ada pada penolakan sasaran lansia. “Alasannya ada yang tidak bisa datang karena tidak ada yang mengantar,” bebernya.

          Bagaimana dengan target vaksinasi 11 ribu orang dalam waktu dua minggu? Pria yang juga ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri ini menyebut pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk bisa mencapainya. Khotib menjelaskan, saat ini capaian vaksinasi dosis pertama sekitar 91 ribu orang. Untuk bisa mencapai target 60 persen, mereka harus bisa melakukan vaksinasi 103 ribu lansia. 

“Kami genjot terus. Sekaligus mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus gelombang ketiga,” tandas Khotib.

Sementara itu, jika Kabupaten Kediri menggenjot vaksinasi, Kota Kediri mulai menyiapkan teknis PPKM level 3. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri Apip Permana memaparkan, saat pelaksanaan PPKM level 3 nanti akan ada imbauan larangan mudik. Mirip dengan larangan mudik asat lebaran.

Dia meminta warga Kota Kediri yang merantau di luar daerah untuk tidak pulang kampung saat libur natal dan tahun baru (nataru). “Kalau nanti nekat mudik akan ada sanksi sesuai aturan perundang-undangan,” tegasnya.

          Lebih jauh Apip berujar, pihaknya juga akan memantau perjalanan orang dari luar negeri. Termasuk para pekerja migran yang pulang kampung. Mereka diwajibkan mengikuti karantina di kelurahan saat masuk ke Kota Kediri.

“Siapa pun yang datang dari luar negeri harus dikarantina dan dicek kesehatannya,” terang Apip sembari menyebut satgas Covid-19 akan memeriksa apakah kondisinya fit atau berpotensi tertular korona.

Untuk diketahui, jelang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada Desember nanti,  Satlantas Polres Kediri Kota juga menyiapkan teknis pengamanan. Mereka memastikan tidak akan melakukan penyekatan. Melainkan hanya mengoptimalkan pengawasan di pos check point yang ada di Kota Kediri.

          Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Pandri Putra Simbolon mengungkapkan, terkait detail pengamanan lalu lintas saat PPKM level 3 Desember nanti, pihaknya masih menunggu instruksi detail dari Polda Jatim. “Tidak ada penyekatan karena pemerintah pusat memang tidak menginginkan hal tersebut,” urainya.

          Meski tidak ada penyekatan, menurut Pandri pengawasan terhadap warga yang pulang kampung akan diperketat. Yakni, lewat posko PPKM yang ada di kelurahan. Warga yang pulang kampung akan dicek dokumen dan riwayat perjalanannya.

          Hal serupa juga dilakukan di check point. Jika arus lalu lintas padat, pihaknya baru akan mengecek kendaraan dengan nomor polisi dari luar Karesidenan Kediri. “Tapi kami masih menunggu arahan Pak Kapolri supaya jelas nanti baru detailnya kami sampaikan,” paparnya.

          Bagaimana dengan antisipasi mencegah kerumunan saat perayaan natal dan tahun baru? Perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini menegaskan, pihaknya akan menggelar Operasi Lilin Semeru. Sembari menunggu operasi tersebut dimulai, satlantas melakukan tindakan preemtif dan preventif. (syi/ica/ut)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia