Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Kekurangan Puluhan Kepala Sekolah Dasar

25 November 2021, 11: 52: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

Kekurangan Puluhan Kepala Sekolah Dasar

MENDIDIK: Guru di SDN 2 Joho saat mengajar. Kabupaten Nganjuk kekurangan puluhan kepala SDN. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari ini adalah Hari Guru. Di hari spesial ini ternyata, di Kabupaten Nganjuk mengalami kekurangan kepala sekolah dasar negeri (SDN). “Kami kekurangan puluhan kepala sekolah di SDN,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sopingi melalui Plt Kabid Dikdas Restiyan Effendi.

Dari kebutuhan sekitar 100 kepala sekolah, disdik hanya memiliki calon kepala sekolah sekitar 30 orang. Mereka adalah yang telah lulus dalam tes seleksi calon kepala sekolah. Sehingga, ada puluhan SDN yang tidak memiliki kepala sekolah dengan status definitif. “Terpaksa dirangkap kepala sekolah di SDN terdekat,” imbuh Restiyan.

Selain dirangkap dengan kepala sekolah terdekat, disdik terpaksa menunjuk guru senior di SDN tersebut sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah. Hal ini agar kegiatan di SDN itu tidak terkendala. Karena sosok kepala sekolah sangat berperan dalam membuat kebijakan dan persetujuan penggunaan anggaran. 

Baca juga: Pohon Tumbang, Tower PLN Kertosono Ambruk

Lalu mengapa jabatan kasek di SDN tidak memikat guru-guru? Pria asal Badas, Kabupaten Kediri ini mengatakan, jabatan kasek di SDN berbeda dengan jabatan kepala satker di lingkungan pemkab. Karena kasek di SDN itu hanya mendapatkan tunjangan yang kecil. “Tunjangan kasek itu hanya Rp 300 ribu per bulan,” ujarnya.

Kecilnya tunjangan kasek itu tidak sebanding dengan tanggung jawab yang diembannya. Karena kasek harus bertanggung jawab penuh dalam mengelola sekolah dan penggunaan anggaran. Bahkan, jika tidak hati-hati, bisa saja terseret dalam kasus hukum. “Mungkin karena takut bisa terseret hukum itu membuat guru-guru enggan menjadi kepala sekolah,” ujar Restiyan.

Sementara itu, Tutik, salah satu guru SDN di Kabupaten Nganjuk mengaku tidak tertarik menjadi kepala sekolah. Meski sudah termasuk guru senior tetapi dia lebih enjoy menjadi guru daripada menjabat kepala sekolah. “Enak menjadi guru biasa saja,” ujarnya.

Tutik tidak mempersoalkan guru yang lebih muda untuk mengikuti tes seleksi calon kepala sekolah. Karena baginya, ketenangan lebih penting daripada jabatan. “Saya mengajar saja. Biar yang muda-muda saja yang jadi kepala sekolah,” ujarnya sambil tersenyum.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia