Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Junction Tol Kediri-Tulungagung Rawan Jadi Daerah Mati

25 November 2021, 10: 12: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Junction Tol Kediri-Tulungagung Rawan Jadi Daerah Mati

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Realisasi proyek tol Kediri-Tulungagung belum mendapat kejelasan hingga akhir November ini. Meski demikian, pemkot memetakan berbagai dampak yang mungkin timbul. Termasuk ancaman matinya daerah di sekitar junction atau simpang susun tol.  

          Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengungkapkan, belajar pada sejumlah lokasi tol di Indonesia, kawasan di sekitar junction tol rawan menjadi daerah yang mati. “Harga tanah diprediksi akan anjlok karena keberadaan junction tol itu,” ujar Chevy.

          Untuk mencegah hal serupa terjadi di Kota Kediri, pemkot akan membangun kawasan cepat tumbuh di sana. Yakni, menyiapkan sarana dan prasarana yang lengkap di sekitar junction yang rencananya terletak di Kelurahan Gayam, Mojoroto tersebut.  

Baca juga: Desember Pembebasan Lahan Tol Kediri Kertosono

          Apa saja yang akan dibangun? Chevy menyebut yang paling utama dan segera direalisasikan adalah pembangunan akses jalan. “Dibuatkan fasilitas umum yang bagus untuk perekonomian dan kesehatan. Tapi yang paling utama dan akan dilihat orang ya pasti jalannya,” terang Chevy.

          Jika sarana dan prasarana di sekitar junction tidak ditambah, Chevy khawatir nasibnya akan sama dengan daerah lain. Yakni, orang malas untuk berkegiatan di sana karena akses tidak memadai hingga menjadi kawasan yang mati.

          Dengan fasilitas yang lengkap tersebut, daerah yang biasanya tak diminati oleh investor itu diharapkan akan jadi tempat yang menarik untuk berinvestasi. Di antaranya untuk perumahan atau sektor lainnya.

          Seperti diberitakan, tol Kediri-Tulungagung masih dalam tahap studi analisa dampak lingkungan (amdal). Meski demikian, sesuai basic design yang sempat dipaparkan dalam konsultasi publik, proyek strategis nasional (PSN) itu akan berdampak pada sejumlah aset milik Pemkot Kediri dan sarana publik lainnya.

          Yaitu, TPA Klotok 3, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Mojoroto, saluran irigasi, dan ruas jalan. Proyek tol juga disebut-sebut akan menyasar Kampus Universitas Brawijaya (UB) Kediri. 

          Menyesuaikan berbagai perubahan setelah keberadaan tol di Kediri, pemkot mengubah rencana tata ruang wilayah (RTRW). “Besok (hari ini, Red) berangkat ke Jakarta untuk mengurus RTRW,” terang Chevy tentang agenda pertemuannya dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Jumat besok.

          Kawasan cepat tumbuh di Kelurahan Gayam menurut Chevy juga masuk dalam RTRW yang direvisi tersebut. Setelah mendapat persetujuan dari Kementerian ATR, pemkot akan membuat rencana detail tata ruang (RDTR). Dokumen inilah yang akan jadi dasar penataan wilayah di Kota Kediri.

          Termasuk penataan tanah pengganti LP2B yang terpakai untuk tol. “Sudah kami siapkan lahan (untuk mengganti aset LP2B pemkot yang terpakai, Red,” jelas Chevy sembari menyebut pihaknya menunggu skema penggantian LP2B. (ut)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia