Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Ratusan Pengunjung Padati SLG Kabupaten Kediri

25 Oktober 2021, 11: 29: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Ratusan Pengunjung Padati SLG Kabupaten Kediri

RAMAI LAGI:Puluhan PKL mulai membuka lapaknya di kawasan Simpang Lima Gumul. Ratusan pengunjung memadati salah satu titik keramaian di Kabupaten Kediri itu. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Uji coba pembukaan kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) disambut antusias masyarakat. Ratusan pengunjung memadati kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) pada uji coba Sabtu dan Minggu kemarin.

          Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengungkapkan, pembukaan SLG baru bersifat uji coba. “Kami khususkan untuk PKL dan UMKM saja yang boleh buka,” kata pria yang akrab disapa Wignyo ini.

          Uji coba pembukaan SLG, lanjut Wignyo, sekaligus juga untuk meningkatkan perekonomian warga di sekitar SLG. Karenanya, hanya PKL dan UMKM saja yang diperbolehkan buka saat uji coba.

Baca juga: Pertanyakan Uji Kekuatan Tanah Tol Kediri-Tulungagung

          Wignyo menegaskan, di masa uji coba, hanya ruas barat dan selatan saja yang dibuka. Di dua lokasi itulah PKL boleh berjualan. Adapun selebihnya masih tetap dilarang.

          Pantauan koran ini pukul 09.00 kemarin, ratusan pengunjung terlihat memadati kawasan SLG. Selain di sentra PKL, warga juga melintas di area Taman Hijau SLG. Terkait keberadaan pengunjung di sana, Wignyo menyebut pemkab juga melakukan pembatasan. “Ada petugas satpol yang berjaga di pintu masuk. Pintu masuk kami buat satu arah,” beber Wignyo sembari menyebut kawasan wisata SLG tetap belum dibuka.

Ismail Anhar, 29, warga Desa/Kecamatan Plosoklaten menjelaskan, dirinya sengaja datang ke SLG untuk memastikan kabar dibukanya lokasi tersebut. “Sekalian sepedahan, soalnya dapat info kok sudah buka. Ternyata benar,” terang pria berkaus biru yang mengaku rindu dengan suasana ramainya SLG.

          Tak hanya pengunjung yang gembira dengan dibukanya kawasan PKL SLG. Ayu Murti, 35, salah satu penjual kopi di SLG berharap lokasi itu bisa terus dibuka. “Alhamdulillah pemerintah mendengar keluhan kami. Semoga saja ini terus dibuka,” harapnya.

          Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 terus turun. Meski demikian, tiap hari masih saja ditemukan pasien terkonfirmasi positif korona baru. Di Kabupaten Kediri kemarin kembali ada tambahan lima pasien. Sedangkan di Kota Kediri ada tambahan empat pasien.

          Untuk mencegah meluasnya penularan, Satgas Covid-19 Kota Kediri terus mengoptimalkan testing. Sedikitnya ada 65 orang yang menjalani rapid test. :Tidak ada yang reaktif,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

          Sementara itu, selama hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda Kediri, korban terus berjatuhan. Termasuk di antaranya empat dokter di Kota Kediri. Bertepatan dengan Hari Dokter Nasional kemarin, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kediri menggelar ziarah kubur untuk menghormati jasa sejawatnya. “Gugur dalam tugas adalah pengabdian terbaik,” Ketua IDI Cabang Kota Kediri dr Badrul Munir SpPD.

          Dokter polisi ini menjelaskan, selama pandemi belum berakhir, dokter merupakan garda terdepan. Berhadapan langsung dengan pasien yang terpapar korona. Karenanya, dia bersyukur Covid-19 di Kota Kediri kini melandai.

          Meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Kediri level 1, Badrul mengingatkan masyarakat agar tidak euforia berlebihan. Sebab, kasus korona di beberapa negara Eropa kini sudah kembali tinggi.  

Untuk mencegah hal serupa terjadi di Kediri, kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan (prokes) harus ditingkatkan. “Apapun status levelnya, setiap orang harus terbiasa menggunakan masker,” pesan perwira berpangkat ajun komisaris besar polisi itu. (syi/rq/ut)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia