Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik
Dewan Tagih Realisasi Ring Road

Terhambat Dana, Pemkot Kediri Berencana Sinkronkan dengan Tol

24 November 2021, 09: 54: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Terhambat Dana, Pemkot Kediri Berencana Sinkronkan dengan Tol

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Delapan tahun tanpa progres yang jelas, rencana pembangunan ring road dipertanyakan oleh DPRD Kabupaten Kediri. Dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan umum (PU) fraksi atas raperda APBD 2022 kemarin, ada dua fraksi yang menagih realisasi proyek jalan lingkar tersebut. 

          Mereka adalah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Fraksi Keadilan Pembangunan. “Apa upaya pemkot untuk mewujudkan jalan lingkar di Kota Kediri?” tanya Perwakilan Fraksi PKB Afif Fachrudin.

          Hal senada juga ditanyakan Perwakilan Fraksi Keadilan dan Pembangunan Nurfulaily. Dia juga meminta penjelasan terkait progres rencana pembangunan ring road.

Baca juga: Rawan Tercemar, Perhutani Tutup Sumber Klewer

          Wali Kota Abdullah Abu Bakar yang kemarin langsung menjawab PU fraksi menjelaskan, pemkot sudah melakukan review studi kelayakan ring road barat. Dalam review tersebut, pemkot berencana menyinkronkan pembangunan ring road dengan pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung.

Yakni, dengan dilengkapi pemodelan arus lalu lintas di dalam kota. “Diusulkan pembiayaannya dari pihak pemrakarsa jalan tol,” kata Abu.

Ditemui usai rapat paripurna, Abu menegaskan jika ring road memang menjadi kebutuhan kota. Karena itu pula, bapak empat anak tersebut sudah mengusulkan pembangunannya sejak 2013 lalu.

          Hanya saja, diakui Abu jika ada beberapa kendala dalam realisasinya. Terutama terkait pendanaan. “Anggarannya besar sekali. Kami tidak mampu,” akunya.

Dia mencontohkan proyek ring road di Madiun yang menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar. Selain dana menurutnya pemkot juga terkendala terkait wilayah. Sebab, yang terdampak ring road bukan hanya Kota Kediri. melainkan juga Kabupaten Kediri.

          Jika lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan hanya milik pemerintah daerah, prosesnya akan lebih mudah. Kenyataannya, banyak tanah milik warga yang juga butuh dibebaskan. “Butuh pembahasan dengan dewan untuk anggaran pembebasan lahan,” papar Abu tentang beberapa hambatan realisasi proyek.

Sedikitnya ada dua kecamatan yang akan terdampak ring road barat. Mulai Desa Jabon, Banyakan, serta Desa Jongbiru, Gampengrejo. Selain membutuhkan koordinasi dengan Pemkab kediri, menurut Abu pihaknya juga harus melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Pemprov Jatim dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Alasannya, banyak aset Pemprov Jatim yang juga akan terdampak ring road saat terealisasikan. “Makanya, kami akan terus menyuarakan pembangunan ring road ke pusat,” tegas Abu. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia