Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Pemkab Kediri Kurasi Puluhan Mamin dan Kerajinan

22 Oktober 2021, 14: 00: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemkab Kediri Kurasi Puluhan Mamin dan Kerajinan

CEK PRODUK: Tim kurator dari Rumah Kurasi Kediri berbincang dengan para pelaku UKM di kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri kemarin. (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Puluhan produk makanan dan minuman (mamin) serta kerajinan dikurasi di kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri kemarin. Salah satu tujuannya, untuk memetakan pasar produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) tersebut. Sehingga, pemasarannya bisa lebih besar lagi.

          Total ada 20 produk UMKM yang dikurasi kemarin. Sebanyak 16 di antaranya merupakan produk makanan dan minuman. Adapun empat lainnya produk kerajinan. Setyo Hadi dari Rumah Kurasi Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Kediri mengungkapkan, kurasi kemarin sekaligus untuk memeriksa produk UKM dan IKM. “Ini (kurasi, Red) untuk mengetahui produk itu bisa masuk pasar mana,” ujar pria yang akrab disapa Tyo tersebut.

          Lebih lanjut Tyo menjelaskan, sesuai klasternya, produk UKM dan IKM bisa masuk ke pasar tradisional, modern, atau bahkan bisa masuk pasar ekspor. Kurasi yang dilakukan kemarin sekaligus untuk mengelompokkan produk sesuai pasarnya. Khusus untuk produk yang bisa masuk pasar modern atau ekspor menurut Tyo akan dilakukan pendampingan.

Baca juga: Harus Melek Teknologi dan Paham Agama

Pengelompokan produk ke dalam tiga pasar itu menurut Tyo berdasar beberapa kriteria. Mulai kualitas produk, legalitas, dan pengemasannya. “Juga kami lakukan uji manajemen perusahaan, profesionalisme, dan kapasitas produksi,” lanjut Tyo.

Melihat puluhan produk yang dikurasi kemarin, Tyo menjelaskan, rata-rata memiliki kualitas bagus. Tetapi, hanya sebagian kecil yang bisa dipesan dalam jumlah banyak. Karenanya, dalam kurasi kemarin tim dari Rumah Kurasi memberikan beberapa saran untuk meningkatkan kualitas produk.

Harapannya, puluhan produk UKM dan IKM tersebut bisa naik kelas. “Omzet mereka juga bisa naik,” beber Tyo tentang dampak kurasi yang dilakukan bersama timnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menuturkan, produk yang dikurasi kemarin merupakan produk UKM yang sudah mengurus hak merek. Selebihnya, produk juga mengantongi sertifikat halal. “Untuk produk UKM dan IKM yang baru juga tetap kami edukasi namun klasternya berbeda,” terang Tutik.

          Perempuan yang juga kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan ini menjelaskan, kurasi produk UKM dan IKM juga untuk mengetahui kualitas produk. Sehingga, ke depan akan memudahkan pemasarannya.

          Tutik menyebutkan, kurasi yang digelar kemarin merupakan kali kedua. Seperti halnya Tyo, Tutik menyebut produk yang sudah dikurasi bisa dipetakan pemasarannya. Yakni, apakah produk hanya dijual di lokal kabupaten, luar kabupaten, atau bahkan bisa diekspor.

          Kurasi puluhan produk UKM dan IKM kemarin menurut Tutik juga penting untuk menyambut pembangunan bandara. Dengan kemasan dan kualitas yang bagus, produk bisa dipasarkan di sana. “Jangan sampai nanti masyarakat Kediri hanya jadi penonton saja,” tandasnya sembari menyebut produk UKM  Kediri bisa bersaing dengan produk dari luar.

          Untuk diketahui, setelah melakukan kurasi terhadap puluhan produk kemarin, Rumah Kurasi akan memberikan rekomendasi. Rekomendasi itulah yang jadi pedoman dalam perbaikan produk agar kualitasnya lebih bagus lagi. (ara/ut)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia