Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Shock ada Patok Kuning Tol Kediri Kertosono, Langsung Liburkan Tukang

21 November 2021, 11: 10: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Shock ada Patok Kuning Tol Kediri Kertosono, Langsung Liburkan Tukang

Laminem, Salah Satu Warga yang Rumahnya Kena Tol Kediri-Kertosono (Andhika Attar - JPRK)

Share this      

Proyek pembangunan Tol Kediri-Kertosonotidak hanya memakan lahan produktif milik warga dan tanah kas desa di Kota Angin. Namun, rumah warga juga akan kena gusur. Salah satu yang kemungkinan besar rumahnya tergusur adalah Laminem, warga Dusun Ringinrejo, Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon.

Suasana di Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon berbeda beberapa hari terakhir ini. Terutama di Dusun Ringinrejo. Pasalnya, di beberapa titik di dusun tersebut menancap patok berwarna kuning. Yang mana merupakan tanda titik jalur Tol Kediri-Kertosono.

Beberapa aset dan lahan warga pun terancam digusur lantaran proyek tersebut. Tak ayal, warga setempat pun menjadi bertanya-tanya akan nasib mereka ke depannya. Seperti halnya yang dirasakan oleh Laminem, 57, warga Dusun Ringinrejo, Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon.

Baca juga: Pemkab Kediri Targetkan 60 Persen Akhir Desember

Shock ada Patok Kuning Tol Kediri Kertosono, Langsung Liburkan Tukang

Sebuah patok kuning bertuliskan STA 18+020 KI menancap tepat di depan rumahnya. Dia langsung shock. Karena sebelumnya, tidak menduga rumahnya kemungkinan besar digusur. Apalagi, sosialisasi rumah siapa saja yang akan kena gusur belum dilakukan. “Nah itu, sebagian apa seluruhnya rumah saya yang kena gusur, saya juga belum tahu,” ujarnya. .

Tidak hanya itu saja yang membuatnya kebingungan. Pasalnya, tidak hanya satu patok saja yang menancap di sekitar rumahnya. Ada lagi sebuah patok yang berada tepat di utara bangunan milik anak Laminem. Bangunan itu sendiri rencananya akan difungsikan sebagai rumah dan garasi.

Ironisnya, bangunan itu sendiri baru saja dibangun. Sekitar pertengahan tahun ini baru dimulai pembangunannya. Bahkan, bangunan tersebut masih separo jadi. Masih sebatas pemasangan dinding dengan batako. Bambu penyangga pun masih terpasang di sana. Akhirnya, Laminem meminta tukang dan kuli bangunan. Karena dia juga khawatir, bangunan itu juga kena tol. “Daripada nanti rugi kalau sudah jadi terus kena tol,” ujarnya.

Laminem dan keluarga berharap, kejelasan proyek tol itu. Sehingga, dia dan keluarganya bisa bersiap-siap. “Apakah nanti harus pindah atau bagaimana, saya belum tahu,” ujarnya.

Meskipun mengaku galau tetapi Laminem tidak akan mempersulit proyek tol. Terlebih dia sadar bahwa proyek ini merupakan program dari pemerintah. Yang mana digunakan untuk kepentingan yang lebih besar. “Saya pasrah saja. Yang penting ganti ruginya bisa menguntungkan warga,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon Amad menegaskan, saat ini masih melakukan pendataan asset yang terkena tol. Dia belum bisa sosialisasi tentang ganti rugi tentang rumah atau lahan warga yang kena gusur, “Kami data dahulu. Nanti akan ada proses penilaian dari pelaksana proyek,” ujarnya. (tar/tyo)

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia