Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Focus Group Discussion (FGD) tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) (6)

Jalan A. Yani Jadi Ring 1 Penilaian Adipura

17 September 2021, 14: 06: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Focus Group Discussion (FGD) tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) (6)

JAGA KEBERSIHAN: Camat Nganjuk Hari Moektiono meminta Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) bisa memperindah Jalan A. Yani Nganjuk. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

Pembangunan KEN di Jalan A. Yani Nganjuk harus tetap mengutamakan keindahan dan kebersihan kota. Karena jalan yang paling ramai di Kota Angin tersebut menjadi salah satu yang dinilai dalam penilaian Adipura. Sehingga, jika KEN nanti membuat kumuh atau semrawut, Kabupaten Nganjuk bisa gagal meraih Adipura.

“Jalan A. Yani Nganjuk ini sebagai ring 1 penilaian Adipura,” ujar Camat Nganjuk Hari Moektiono saat FGD tentang KEN di meeting room Jawa Pos Radar Nganjuk pada Rabu (8/9). Karena itu, KEN yang dimulai di Jalan A. Yani harus didesain dengan mengutamakan kebersihan dan keindahan kota. Beberapa hal perlu dipikirkan agar saat penilaian Adipura tidak menjadi nilai minus. Namun, KEN akan menjadi nilai lebih untuk membuat tim juri Adipura kagum.

Hari mengatakan, KEN di Jalan A. Yani akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Pengunjung akan berdatangan. Tidak hanya dari Kota Angin. Namun, warga di sekitar Nganjuk hingga luar daerah akan mengunjungi KEN jika desain dan kenyataannya sesuai.

Baca juga: Lishandoyo Resmi Gantikan Gus Wachid

Focus Group Discussion (FGD) tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) (6)

RING 1 PENILAIAN ADIPURA: Pembangunan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) dimulai hari ini. KEN harus menjadi daya tarik masyarakat. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Namun demikian, banyaknya warga yang mengunjungi KEN akan bisa membawa dampak terkait kebersihan. Mereka pasti akan membawa sampah. Baik itu sampah dari bungkus makanan hingga sampah dari toko-toko di sepanjang Jalan A. Yani. “Harus disediakan tempat sampah di sepanjang Jalan A. Yani agar sampah tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Selain tempat sampah, Hari berharap, pemkab juga membangun tempat pembuangan sementara (TPS) di dekat KEN. Ini untuk memudahkan petugas kebersihan mengumpulkan sampah sebelum membawanya ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Pengelolaan sampah ini penting,” ujarnya.

Hari meminta, Sungai Slumbung tidak ditutup total untuk Slumbung Food Festival (SFF). Karena jika ditutup total akan mempersulit membersihkan sampah di sungai. Padahal, selama ini kesadaran masyarakat masih kurang. Banyak warga yang masih membuang sampah di Sungai Slumbung. “Kita harus mengajak masyarakat agar memiliki mindset yang sama, yaitu peduli lingkungan. Sehingga, tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Disamping itu, Hari mengingatkan jika Sungai Slumbung sering meluap saat musim hujan. Ini sangat berbahaya. Air sering masuk ke rumah warga. Karena itu, perlu adanya normalisasi sungai agar SFF tidak tergenang air.

Terkait pembangunan KEN sendiri, Hari sangat mendukung. Karena ini sebagai salah satu upaya memperindah kota dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, dia sepakat perlu adanya komunikasi dengan pedagang kaki lima, warga Jalan A. Yani, dan Kecamatan Nganjuk secara berkala setelah pembangunan KEN. Sehingga, keuntungan dari KEN ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia