Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Tantangan Dishub Nganjuk Penuhi Pendapatan Retribusi Uji KIR di 2022

Kendaraan Roda Tiga dan Omicron Jadi Ancaman

17 Januari 2022, 14: 31: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

Tantangan Dishub Nganjuk Penuhi Pendapatan Retribusi Uji KIR di 2022

SUMBER PAD: Petugas Dishub Kabupaten Nganjuk mengecek kelengkapan berkas uji KIR di kantor dishub. Covid-19 jadi ancaman uji KIR. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk harus bekerja keras untuk memenuhi target pendapatan retribusi pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR tahun ini. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan maraknya kendaraan roda tiga.

“Kami harus kerja keras untuk memenuhi target pendapatan retribusi  Uji KIR tahun ini,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk Sujito. Meski target pendapatan retribusi uji KIR belum ditentukan tetapi jika melihat tahun lalu, kemungkinan targetnya di atas 1 miliar. Karena tahun 2021, target pendapatan dari retribusi uji KIR adalah Rp 1 miliar. Kemudian, dishub mampu mendapatkan Rp 1,037 miliar dari retribusi uji KIR. Jika diprosentase, pencapaian targetnya 103,79 persen.

Untuk pendapatan retribusi uji KIR paling banyak dari pengujian kendaraan besar. Dari sektor tersebut, Sujito mengatakan, ada pemasukan Rp 468 juta. Namun demikian, jika mengacu target per sektor maka ini belum memenuhi target. Karena targetnya Rp 503 juta. Sehingga, hanya mencapai 93,17 persen.

Baca juga: Pengelola E-warong Kota Kediri Bebas Pilih Supplier di BPNT Terakhir

Tantangan Dishub Nganjuk Penuhi Pendapatan Retribusi Uji KIR di 2022

CEK RANGKA: Petugas KIR Dishub Kabupaten Nganjuk mengecek kendaraan. Pendapatan retribusi uji KIR di 2021 memenuhi target. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Beruntung, kekurangan target dari sektor pengujian kendaraan besar berhasil ditutup oleh sektor pergantian buku uji karena habis. Dari sektor tersebut, retribusi uji KIR sebesar Rp 191 juta. Padahal, targetnya hanya Rp 72 Juta. “Mencapai 263 persen dari target,” imbuh Sujito.

Sujito mengatakan, seharusnya Dishub Nganjuk bisa mendapat retribusi lebih banyak dari angka tersebut. Namun sayang, pandemi menjadi penyebab kegagalan. Karena masyarakat enggan melakukan uji KIR. “Banyak kendaraan yang tidak beroperasi karena adanya penutupan jalan. Akhirnya, banyak yang tidak melakukan uji KIR,” ungkapnya.

Hal tersebut bahkan diperparah ketika kondisi pandemi semakin parah di pertengahan tahun. Di waktu tersebut, Sujito mengatakan Dishub Kabupaten Nganjuk sempat tutup untuk beberapa waktu. Hal tersebut lantaran beberapa pegawai Dishub Kabupaten Nganjuk terpapar Covid-19.

Kondisi ini kemungkinan juga masih akan terjadi di tahun ini. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Indonesia.

Selain masalah pandemi Covid-19, dishub juga harus berhadapan dengan maraknya kendaraan roda tiga. Kendaraan tersebut bisa beroperasi di jalan-jalan dan mengangkut material. Fungsinya seperti pikap.  Bedanya, pikap wajib uji KIR dan kendaraan roda tiga tidak.  “Kendaraan roda tiga tidak ada uji KIR,” ujar mantan sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk ini.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia