Minggu, 24 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Tol Kediri-Tulungagung Harus Sesuai dengan Tata Ruang

14 Oktober 2021, 10: 14: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Tol Kediri-Tulungagung Harus Sesuai dengan Tata Ruang

JALUR PADAT: Jl Jaksa Agung Suprapto disebut-sebut sebagai lokasi exit tol Kediri-Tulungagung. Peta tol dalam basic design yang masih dimungkinkan terjadi perubahan sebelum detail engineering design (foto insert). (Rekian - radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Proyek tol Kediri-Tulungagung yang kini memasuki tahap studi analisa dampak lingkungan (amdal) direspons oleh DPRD Kota Kediri. Mereka mengagendakan hearing untuk membahas proyek strategis nasional itu secara detail. Termasuk memastikan pembangunan jalan bebas hambatan tersebut sudah sesuai dengan rencana detail tata ruang (RDTR) Kota Kediri. 

          Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah mengungkapkan, proyek tol harus sesuai dengan RDTR Kota Kediri. “Sejauh ini kami belum tahu detailnya. Makanya penting untuk dibahas bersama agar tidak meresahkan,” ujar Ayub.

          Menjawab berbagai pertanyaan terkait tol yang mulai muncul di masyarakat, Ayub sudah mengusulkan ke komisinya agar segera digelar rapat dengar pendapat atau hearing dengan OPD terkait. Mulai dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), dinas lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan (DLHKP), serta badan perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan (barenlitbang).

Baca juga: Seleksi ASN P3K di Kediri, Tahap II Persaingan Peserta Makin Ketat

          Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, tahap prakonstruksi ini harus dibuka selebar-lebarnya kepada publik. Sehingga, tidak muncul berbagai tafsir di masyarakat yang meresahkan.

          Senada dengan Ayub, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari menyebut pihaknya akan segera mengagendakan hearing tentang tol. Seperti halnya Ayub, dia mengaku sudah sering mendapat pertanyaan dari masyarakat tentang proyek dengan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) itu. “Segera kami agendakan. Sebisa mungkin bulan ini,” terangnya.

          Ashari menjelaskan, hearing dengan OPD terkait sangat diperlukan untuk menjawab kegelisahan masyarakat. Terutama mereka yang menurut basic design diperkirakan terdampak tol.

          Politisi dari Demokrat itu menjelaskan, sejauh ini dirinya hanya mendapat informasi jika di Kelurahan Mojoroto akan dilalui exit tol. Demikian juga dengan rencana pembangunan jalan tol yang melewati Sungai Brantas.

          Ashari menegaskan, Kelurahan Mojoroto berbeda dengan tujuh kelurahan lain yang terdampak tol seperti Gayam, Mrican, Ngampel, Pojok, Sukorame, Mrican, dan Kelurahan Semampir, Kota Kediri. “Di sana (Kelurahan Mojoroto, Red) daerah padat penduduk dan lalu lintas,” bebernya sembari menyebut Mojoroto juga banyak lahan pertaniannya.

          Dengan karakteristik yang berbeda-beda itu, menurut Ashari diperlukan penjelasan yang mendalam kepada warga. Sehingga, proyek tersebut tidak menimbulkan gejolak.

          Sayang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit belum bisa dikonfirmasi terkait permintaan hearing dari DPRD. Saat dihubungi koran ini melalui WhatsApp, tidak dijawab.

          Seperti diberitakan, trase tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri sepanjang 5,92 kilometer. Sepanjang 3,52 kilometer di antaranya merupakan akses ke bandara.

          Menurut dokumen basic design yang beredar, akses masuk ke tol di Kota Kediri akan berada di dua lokasi. Yakni, di ujung utara Jl Mayjen Sungkono Kota Kediri. Serta di Jl Jaksa Agung Suprapto. “Itu baru basic design. Sangat mungkin berubah. Sekarang masih terus dibahas,” ujar sumber koran ini di Pemkot Kediri. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia