Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Suhu Panas di Nganjuk Bisa Tembus 37 Derajat Celcius

BMKG Mengimbau Masyarakat Jaga Cairan Tubuh

13 Mei 2022, 11: 58: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

Suhu Panas di Nganjuk Bisa Tembus 37 Derajat Celcius

TERIK: Matahari bersinar di atas Alun-Alun Nganjuk kemarin. Suhu panas bisa capai 37 derajat celcius. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kota Angin harus berhati-hati. Karena saat ini Kabupaten Nganjuk mengalami suhu panas. “Jika di perkotaan suhunya berkisar 29-33 derajat celcius. Tapi, jika di dataran rendah dengan lokasi yang terbuka, suhu panas bisa mencapai 36-37 derajat celcius,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika Kabupaten Nganjuk Sumber Harto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Menurutnya, fenomena suhu panas yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu beberapa hal. Salah satunya adalah posisi semu matahari yang sudah berada di wilayah utara ekuator. Ini mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat awan yang rendah tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi. Hal ini menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi panas pada siang hari. “Seiring dengan perubahan letak semu matahari maka suhu juga berubah,” imbuh Harto.

Baca juga: DKPP Kabupaten Kediri Pantau Enam Titik Jalur Utama

Kondisi seperti ini akan terus meningkat ke depannya. Harto mengungkapkan bahwa peningkatan suhu tersebut akan relatif terus bertambah pada bulan Juni dan seterusnya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat Kota Angin untuk senantiasa menjaga kondisi stamina dan kecukupan cairan tubuh. Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto. Menurutnya, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia bukan merupakan fenomena gelombang panas. Karena fenomena gelombang panas biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia