Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik
Waduh, Penyakit Apa Maneh Iki?

Pedagang Takut PKM Bikin Harga Sapi dan Kambing Anjlok

13 Mei 2022, 10: 36: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Pedagang Takut PKM Bikin Harga Sapi dan Kambing Anjlok

CEK KESEHATAN: Petugas DPKP Kota Kediri memeriksa kondisi mulut sapi yang dijual di Pasar Hewan Muning kemarin. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri- Munculnya temuan penyakit kuku dan mulut (PKM) yang menyerang hewan ternak di beberapa daerah di Jatim membuat pedagang hewan resah. Mereka takut kabar penyakit itu berimbang pada nilai jual yang akan anjlok. Padahal, saat ini situasi pasar dua hewan ternak itu tengah membaik. Dengan ditandai naiknya harga jual.

Terlepas dari kekhawatiran itu, kebanyakan pedagang ternyata belum memahami sepenuhnya apa itu PKM. Mereka meminta pemerintah segera turun tangan dan  mencari obat agar para pedagang bisa tenang kembali.

“Waduh, penyakit apa maneh iki? Berbahaya atau tidak buat manusia?” ucap Supeno, 52, seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Muning, Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto, ketika ditanya perihal penyakit yang menyerang hewan ternak tersebut.

Baca juga: Dinkes Kota Kediri Tingkatkan Surveilans untuk Deteksi Hepatitis

Lelaki asal Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini berharap agar pemerintah segera mengambil langkah penanggulangan. “Kalau memang ada penyakit itu (PKM, Red) dan berbahaya, sebaiknya pedagang dan peternak diberi tahu. Kemudian diberi obatnya agar tetap aman,” harapnya.

Apalagi, kambing ataupun sapi yang beredar di Kota Kediri kebanyakan dari luar kota. Supeno misalnya, harus berkeliling mencari hewan hingga ke Trenggalek dan Malang. “Nanti, menjelang Idul Adha, jumlah hewan dari luar kota akan lebih banyak lagi,” bebernya.

Di Kota Kediri hingga kemarin belum ada laporan terkait penyakit tersebut. “Tim kami sudah bergerak di lapangan. Salah satunya adalah pasar hewan yang menjual kambing dan sapi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) M. Ridwan.

Selain melakukan pemantauan hewan di pasar, tim dari DPKP akan melakukan pengecekan di kandang milik petani. Serta pemeriksaan sebelum hewan masuk ke tempat penjualan.

“Sebelum masuk pasar (sapi dan kambing) kami periksa kesehatannya,” imbuh drh Pujiono.

Menurut sang dokter hewan, penyakit kuku dan mulut tidak menular ke manusia. Hanya, tetap punya dampak. Yaitu, hewan menjadi sakit dan harga jual menurun. “Penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada hewan,” ungkapnya.

Selain pengawasan keluar masuk hewan, DPKP juga akan memberi obat kepada peternak dan pedagang. Salah satunya, akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Di Kabupaten Kediri, pengetatan jual beli hewan ternak dan pemeriksaan berkala terhadap kandang-kandang dilakukan oleh dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP). Hal itu kian intensif dilakukan karena dua daerah yang berdekatan dengan wilayah Kabupaten Kediri menunjukkan positif PKM.

“Seperti kemarin DKPP memberikan sosialisasi agar alat angkut dan jalur angkut hewan ternak juga diperhatikan dengan baik oleh peternak,” ujar Kepala DKPP drh Tutik Purwaningsih.

Pemantauan jalur utama perdagangan hewan ternak bisa dilakukan terutama yang melalui jalur utama. Namun, yang melalui jalur tikus akan sulit diawasi. Jalur yang melewati daerah pedesaan ini juga sangat banyak.

“Yang kami khawatirkan karena dari dua daerah di luar Kabupaten Kediri itu juga sudah ada sapi yang terinfeksi PMK,” imbuh perempuan berkacamata itu.

“Ini yang benar-benar kami waspadai, dan takutkan, apabila ada yang melewati jalur tikus. Kemungkinan penjual dan peternak sendiri tidak tahu apakah sapinya sakit atau tidak saat dijual di pasar hewan,” lanjut Tutik

Upaya mencegah tangkal PMK oleh DKPP hanya melalui pengecekan berkala dan membersihkan alat angkutnya. Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan. Tujuannya mematikan virus yang menempel pada besi-besi di sekitar alat angkut dan di pasar. Penyemprotan dilakukan secara intensif ke ternak dan mobil pembawa.

Ditambahkan Tutik, di kelompok korporasi sapi di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan. Ada juga beberapa desa yang warganya peternak sapi berkoordinasi dengan babinsa dan babinkamtibmas untuk melakukan penyemprotan.(rq/syi/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia