Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

HTM di Nganjuk Lebih Mahal dari Bioskop di Kota Kediri

Alami Rugi saat Pandemi

13 Mei 2022, 12: 01: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

HTM di Nganjuk Lebih Mahal dari Bioskop di Kota Kediri

NYARIS BANGKRUT SAAT PANDEMI: Penonton keluar studio setelah menonton film di bioskop. Saat pandemi bioskop tutup. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Langkanya gedung bioskop di Kota Angin karena bisnis ini dianggap kurang menjanjikan. Karena warga Kabupaten Nganjuk lebih memilih menonton film ke Kota Kediri. Selain menonton film, mereka bisa jalan-jalan, berbelanja dan makan-makan. Hal itulah yang membuat satu-satunya bioskop di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret sepi penonton saat film yang diputar tidak hits. “Sekarang ramai penonton ini karena ada film KKN di Desa Penari yang lagi hits,” ujar Agus Setiawan, owner bioskop.

Sepinya penonton itu semakin diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 pada awal 2020 di Indonesia. Akibatnya, bioskop tidak boleh beroperasi. Karena khawatir menjadi berpotensi sebagai tempat penularan Covid-19. “Hampir dua tahun bioskop ini tutup karena Covid-19,” ujar Wawan-panggilan akrab Agus Setiawan.

Sebenarnya, di pertengahan tahun lalu, gedung bioskop sempat diizinkan beroperasi. Namun, hanya beberapa bulan. Karena kemudian, pemerintah memutuskan melarang bioskop di Indonesia beroperasi lagi. Penyebabnya, virus korona varian delta mengganas.

Baca juga: Disdag Kabupaten Kediri Hanya Akan Relokasi 44 Pedagang

HTM di Nganjuk Lebih Mahal dari Bioskop di Kota Kediri

TERDAMPAK PANDEMI: HTM di bioskop Kota Angin lebih mahal dibandingkan bioskop di Kota Kediri. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Kondisi ini sangat memukul bioskop tersebut. Apalagi, bioskop di Desa Candirejo ini baru buka pada 2019. Tidak ada pemasukan. Sedangkan, biaya operasional seperti listrik tetap harus dibayar. Belum lagi, karyawan di sana yang ada belasan orang. Karena itu, Wawan terpaksa memotong upah karyawannya karena tidak ada pemasukan. “Tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karena saya tidak tega,” tandasnya.

Karena itulah, bioskop yang dikelolanya mengalami kerugian yang cukup besar. Hanya, dia enggan mengungkapkannya. Agar bisa menutup kerugian selama pandemi Covid-19, Wawan mengatakan harga tiket masuk (HTM) di gedung bioskopnya terpaksa dinaikkan. Saat ini untuk weekend HTM adalah Rp 42 ribu. Ini lebih tinggi dibandingkan HTM di gedung bioskop yang ada di Kota Kediri. Namun demikian, dengan membayar Rp 42 ribu, penonton akan mendapatkan minuman softdrink. “Ini terpaksa kami lakukan agar kerugian saat pandemi bisa tertutupi,” ungkapnya.

Wawan mengatakan, meski lebih mahal dibandingkan HTM di gedung bioskop di Kota Kediri tetapi menonton film di gedung bioskopnya itu sebenarnya lebih hemat. Karena jika warga Nganjuk harus ke Kota Kediri maka butuh bensin. Belum lagi, waktu perjalanan yang lebih lama. 

Sementara itu, Syahrul, 29, warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret mengatakan, HTM sebesar Rp 42 ribu termasuk mahal. Karena jika harus mengajak istrinya menonton maka uang yang dikeluarkan sudah Rp 84 ribu. “Belum bayar parkir dan jajan saat nonton,” ujarnya.

Syahrul berharap, HTM di gedung bioskop yang ada di Kota Angin sama atau lebih murah dibandingkan di Kota Kediri. “Nganjuk kan kota kecil. Jadi, harusnya lebih murah HTM agar ramai penontonnya,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia