Kamis, 26 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

DKPP Kabupaten Kediri Pantau Enam Titik Jalur Utama

13 Mei 2022, 10: 55: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

DKPP Kabupaten Kediri Pantau Enam Titik Jalur Utama

HARUS STERIL: Petugas DKPP Kabupaten Kediri menyemprot disinfektan di tiang pancang untuk mengikat ternak di Pasar Hewan Gringging, Desa/Kecamatan Grogol beberapa waktu lalu. (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri, dan Polres Kediri membuat enam titik jalur utama lalu lintas perdagangan hewan ternak kemarin. Rencananya, hari ini akan dilakukan pemeriksaan di sana.

Seperti di jalan utama Kecamatan Kras yang berbatasan Tulungagung. Lalu, Kecamatan Ringinrejo berbatasan dengan Blitar. Kemudian, dari arah utara Kecamatan Kunjang dan Purwoasri dengan Jombang.

Baca juga: Bioskop Langka di Kota Angin

Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih mengatakan, rencananya pemeriksaan secara berkala. Mengingat saat ini Jawa Timur sudah ada beberapa ternak, mulai sapi, kambing, domba, dan babi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). “Besok rencana kami ke perbatasan Kandangan-Malang. Di jalur utamanya,” ujarnya.

Pemeriksaan jalur ini salah satu upaya mencegah PMK masuk dari jalur darat. Karena, menurut Tutik, virusnya cepat menyebar dari satu ternak ke ternak lain dalam hitungan jam. Makanya, tim dokter hewan dan DKPP hari ini berencana memeriksa pikap atau truk pengangkut ternak yang hendak dijual.

Tutik menyatakan, tidak ingin ambil risiko. Jika ada sapi yang sakit, kendaraannya akan diminta putar balik. “Misalnya satu truk ada lima sapi. Lalu ada satu sakit. Kami minta putar balik saja. Karena risiko PMK menyebar cepat, menempel, dan melalui udara dari hewan ke hewan,” imbuh perempuan berkacamata itu.

Yang dikhawatirkan, lanjut dia, adalah peternak yang menjual sapi dari daerah endemi melalui jalur tikus. Atau jalur pelosok desa. “Ini yang kami waspadai dan takutkan. Kemungkinan penjual dan peternak tidak tahu, apakah sapinya sakit atau tidak saat dijual di pasar hewan Kabupaten Kediri,” papar Tutik.

Salah satu antisipasinya dengan penyemprotan disinfektan. Petugas DKPP menyemprot besi-besi di alat angkut dan tiang pasar secara intensif. Pun ke ternak dan mobil angkutannya yang masuk pasar.

Selain itu, petugas juga memeriksa berkala. Menggandeng petugas peternakan kecamatan, babinsa, dan bhabinkamtibmas kepolisian. “Anggota akan melaporkan temuan apabila ada ternak sakit ke DKPP. Intinya kami saling sinergi,” ujar Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setijobudi.

Dari pemeriksaan tiga hari terakhir, Iwan mengatakan, tidak ada laporan sapi sakit saat patroli bersama pegawai Kecamatan Ngadiluwih.(syi/ndr)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia