Kamis, 26 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Dinkes Kota Kediri Ajak Sekolah Waspadai Hepatitis Akut

RSUD Gambiran Jadi Rujukan Penanganan

13 Mei 2022, 10: 38: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Dinkes Kota Kediri Ajak Sekolah Waspadai Hepatitis Akut

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri–Kasus hepatitis akut belum ditemukan di Kota Kediri. Meski demikian, penyakit yang berstatus kejadian luar biasa (KLB) ini langsung diantisipasi. Salah satunya, dengan mengajak sekolah mewaspadai penularan dan menjelaskan pencegahannya.

          Kemarin, Dinas Kesehatan Kota Kediri mengumpulkan 10 sekolah untuk diberi penjelasan tentang pencegahan penyakit yang masih misterius tersebut. “Kami meningkatkan early warning system potensi paparan penyakit ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Baca juga: Puluhan Ribu Orang Padati Stasiun Kertosono

          Lebih jauh Fauzan menjelaskan, SD jadi sasaran sosialisasi dini karena penyakit hepatitis akut menyerang anak usia 16 tahun ke bawah. Dengan cara tersebut, diharapkan anak-anak bisa berperan aktif melakukan pencegahan.

          Dokter berkacamata itu menuturkan, penyakit hepatitis sudah ada sejak dulu. Tetapi, hepatitis akut yang muncul sekarang berbeda dengan berbagai jenis hepatitis yang sudah ada. “Muncul gejala seperti hepatitis tetapi saat diperiksa tidak terkonfirmasi (hepatitis, Red),” terang Fauzan.

          Seperti hepatitis lain, pria yang sebelumnya pernah menjabat direktur RSUD Gambiran ini menyebut hepatitis akut disebabkan oleh virus. Penularannya bisa melalui kontak fisik seperti jabat tangan, lewat udara, dan media lainnya.

Karena cara penularan yang hampir sama dengan Covid-19, Fauzan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, memakai masker, dan tidak meminjamkan alat makan sembarangan kepada orang lain.

“Jadi intinya untuk menghindari (penularan hepatitis akut, Red) itu harus prokes. Kami juga membentengi dengan melakukan upaya preemtif dan preventif,” papar Fauzan sembari mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegahnya.

          Untuk diketahui, kemarin dinkes langsung mengumpulkan 10 sekolah untuk diberi sosialisasi. Mulai SDN Burengan 2, SD Plus Rahmat, SDN Tempurejo 2, SDI Al Falah. Kemudian, SD Plus Sunan Ampel, SD Santo Yosep, SDN Mrican 1, SD The Naff School, serta SD Al Azhar dan SDN Banjaran 4.

          Selain 10 sekolah tersebut, total ada 30 sekolah yang rencananya akan diberi sosialisasi secara bertahap. Selain memberikan sosialisasi, menurut Fauzan dinkes juga menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) untuk penanganan.

“Kami juga akan mengumpulkan semua puskesmas agar mereka sosialisasi ke masyarakat melalui RT dan RW,” bebernya.

          Selebihnya, dinkes juga sudah menunjuk RSUD Gambiran sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus hepatitis akut. Terkait jumlah bed yang disiapkan untuk kasus ini, menurut Fauzan masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

          Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri Hendik Supriyanto menambahkan, selama 2022 di Kota Kediri ditemukan tiga kasus hepatitis. Yakni, hepatitis B dan C. “Untuk hepatitis akut belum ditemukan dan kami fokus melakukan pencegahan agar kasus itu tidak masuk ke Kota Kediri,” papar Hendik. (ica/ut)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia