Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Industri Harus Tekan Potensi Pencemaran di Kota Kediri

13 Januari 2022, 10: 39: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Industri Harus Tekan Potensi Pencemaran di Kota Kediri

PENCEMAR: Kendaraan memadati jalanan Kota Kediri. Asap yang dihasilkan menyumbang penurun kualitas udara. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan industri di Kota Kediri juga memiliki pengaruh terhadap kondisi lingkungan. Meskipun, tentu, tidak seluruhnya.

Adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memang memberikan keuntungan banyak pihak. Mulai dari peningkatan lapangan kerja, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, serta menambah pendapatan daerah. Namun demikian, kita tetap tak boleh menutup mata pada dampak buruknya. Terganggunya kebersihan dan munculnya berbagai pencemaran lingkungan adalah akibat utama tumbuhnya industri.

Pencemaran pada air dan tanah ini bisa disebabkan oleh limbah-limbah industri. Seperti sampah non-organik dan zat-zat kimia sisa proses produksi yang dibuang secara sembarangan.

Baca juga: Pemohon Rekom Umrah di Kemenag Meningkat 

“Tapi sejauh ini industri yang ada sudah berupaya supaya limbah ataupun hasil produksinya tidak merusak lingkungan sekitar,” terang Anang Kurniawan.

Ahli lingkungan dari DLHKP, dr Haryono, menambahkan, beberapa jenis industri melibatkan proses produksi yang menghasilkan asap. Yang membumbung hampir setiap saat apabila pabrik beroperasi sepanjang hari, 24 jam tanpa henti. Asap ini mengandung zat yang sebagian besar berbahaya ketika dihirup.

Selain asap, debu yang dihasilkan pun bisa mengakibatkan tercemarnya udara bersih. “Ya akibatnya berbagai penyakit pernapasan seperti TBC, pneumonia, dan penyakit berbahaya lainnya,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan industri seringkali menimbulkan suara-suara yang mengganggu. Biasa disebut dengan polusi suara. Jika intensitasnya tinggi dan jangka waktunya lama, kebisingan ini dapat menimbulkan gangguan. Baik bagi para pekerja maupun masyarakat di dekatnya.

Untuk mengatasi pencemaran yang merupakan isu lingkungan dibutuhkan kerjasama berbagai pihak. Beberapa hal yang perlu diupayakan dalam mengatasi dampak negatif pembangunan industri yakni pemilihan lokasi pembangunan yang tidak terlampau dekat dengan pemukiman warga setempat.

Upaya memperkecil jumlah limbah yang dihasilkan industri merupakan cara mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. “Misalnya menyediakan tempat penyaluran limbah yang tidak mengganggu kesehatan lingkungan,” imbuhnya.

Selain itu, menghijaukan lingkungan di sekitar lokasi pendirian industri bisa dilakukan oleh penyelenggara industri dan masyarakat sekitar. Seperti diketahui, pepohonan ataupun tanaman hijau bisa menetralkan udara yang kotor. Sekaligus bisa menjadi sumber penampungan air bersih. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia