Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Kian Malam, Pengunjung Bantaran Brantas Kediri Makin Padat

12 Oktober 2021, 14: 21: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Kian Malam, Pengunjung Bantaran Brantas Kediri Makin Padat

WARNA-WARNI: Warga menikmati pemandangan di tepi Sungai Brantas di malam hari (10/10). Tempat ini menjadi lokasi favorit untuk menghabiskan akhir pecan.   (Ilmidza - radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri – Para pemilik warung di sepanjang bantaran Sungai Brantas dianggap mengingkari kesepakatan. Deretan warung yang terletak di Jalan Inspeksi Brantas itu buka hingga malam hari, pukul 20.00. Padahal kesepakatannya warung-warung itu hanya boleh buka hingga pukul 18.00 saja.

Paling menyolok adalah Minggu (10/10) lalu. Bantaran seperti menjadi lautan manusia. Semakin malam, pengunjung semakin berdatangan.

“Semenjak PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Red) dilonggarkan mereka (para pedagang, Red) buka hingga malam hari,” keluh Sulistyanto, 52, warga yang tinggal di daerah tersebut.

Baca juga: Korona Ceraikan Ribuan Pasutri

Menurutnya, saat akhir pecan pengunjung semakin padat. Hal itu membuat sedikit resah warga sekitar. Karena menimbulkan keramaian padahal kondisi pandemi belum sepenuhnya pulih.

Bantaran Sungai Brantas memang semakin dikenal masyarakat. Menjadi ikon wisata dan kuliner baru. Pemandangan ke arah sungai menjadi satu hal yang diminati. Ditambah lagi dengan lampu penerang Jembatan Brawijaya yang memunculkan kesan eksotis bagi pengunjung.

Dari pantauan wartawan koran ini di selama satu jam di Minggu (10/10), pengunjung terus berdatangan. Mereka pun hilir-mudik baik di bantaran maupun sepanjang Jalan Inspeksi Brantas. Kendaraan yang diparkir di tepi jalan mengular. Baik itu mobil maupun sepeda motor. Menurut Sulis, banyak pengunjung yang datang dari luar Kota Kediri.  

"Kebanyakan pengunjung ini warga Kabupaten, bahkan beberapa dari luar Kediri," imbuhnya.

Salah satu pengunjung adalah Fauzi Ahmad, 20. Pemuda asal Desa Puhsarang, Kecamatan Semen ini datang bersama pacarnya. Dia mengaku mengaku sering mengunjungi area bantaran Sungai Brantas saat malam hari. Menurutnya, pemandangan yang tersaji lebih indah disbanding siang atau sore hari.

"Kalau siang panas. Kalau malam bagus karena bisa melihat lampu-lampu dari Jembatan Brawijaya," akunya.

Jumlah pedagang yang membuka lapak malam itu ada lima. Pedagang itu berasal dari sekitar lokasi. Karena itulah mereka berani membuka warung hingga malam. Sebab, begitu petugas memintanya tutup mereka segera membubarkan diri.

Malam itu, petugas akhirnya mendatangi para pedagang itu. Yaitu ketika jarum jam sudah melebihi pukul 21.00. Empat petugas dari satuan polisi pamong praja (satpol PP) membubarkan pedagang dan pengunjung. Petugas pun sempat memarahi para penjual karena telah mengingkari kesepakatan awal.

"Kesepakatan awal kan sampai pukul 18.00, ini sudah jam berapa Bu?" ucap Kasi Ketrentaman dan Ketertiban Satpol PP Kota Kediri Sentot Atmadi dengan nada kesal kepada seorang ibu penjual. Setelah dimarahi itulah akhirnya para penjual bergegas membersihkan lapak dan bersiap tutup.

Begitu juga dengan pengunjung. Keasyikan mereka duduk-duduk di rumput harus berakhir. Mereka dipaksa bubar oleh petugas.

Saat membubarkan pengunjung itu, petugas sempat mendapati yang tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Ada pengunjung yang tak mengenakan masker. Saat ditegur, pengunjung itu segera terbirit-birit menuju parkiran. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia