Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Belasan Ribu Pelajar Kabupaten Kediri Belum Divaksin

12 Oktober 2021, 14: 40: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Belasan Ribu Pelajar Kabupaten Kediri Belum Divaksin

FOKUS BELAJAR : Murid SMPN 1 Ngasem saat sedang melakukan pelajaran di ruang TIK, kemarin (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri masih harus terus menggenjot vaksinasi pelajar. Hingga pertengahan Oktober ini baru 85 persen pelajar yang menerima vaksin dosis pertama. Ada belasan ribu pelajar yang masih harus menunggu giliran.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, total ada 82 ribu pelajar SMP-SMA sederajat yang ditargetkan divaksin. Dari jumlah tersebut, hingga Oktober ini baru sekitar 70 ribu pelajar atau 85 persen yang sudah divaksin. “Vaksinasi hari ini (kemarin, Red) belum masuk data. Jadi, masih akan terus bertambah,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Pria yang juga plt kepala dinas kesehatan ini menjelaskan, pihaknya memang menggenjot vaksinasi pelajar. Hal tersebut tak lepas dari berjalannya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) sejak bulan lalu. Karenanya, jika saat ini ada belasan ribu pelajar yang belum divaksin, satgas menargetkan untuk menuntaskannya pada akhir Oktober.

Baca juga: Ratusan Remaja Hamil Duluan

Setelah puluhan ribu sasaran itu tervaksin, Khotib menyebut pihaknya akan melakukan pendataan ulang. Terutama untuk menyisir pelajar yang belum terdata. “Selebihnya kami menyiapkan vaksinasi dosis kedua (untuk pelajar, Red),” lanjutnya sembari menyebut dalam sehari vaksinasi mencapai 1-2 ribu pelajar.

Seperti sebelumnya, Khotib kembali menyebut percepatan vaksinasi pelajar terhambat pasokan vaksin dari pemerintah pusat. Hingga kemarin menurutnya pengiriman vaksin dari pemerintah pusat tetap tersendat.       

Untuk diketahui, hingga minggu ini Kabupaten Kediri masih menerapkan PPKM level 3. Meski asesmen kesehatan menempatkan Kabupaten kediri di level 1, level PPKM belum bisa berubah jika capaian vaksinasi untuk lansia belum sesuai target.

Jika Kabupaten Kediri menerapkan PPKM level 3, Kota Kediri juga belum beranjak dari PPKM level 2. Selain mengoptimalkan vaksinasi seperti halnya Kabupaten Kediri agar level PPKM bisa berkurang, Satgas Covid-19 Kota Kediri juga terus berupaya menekan angka kematian pasien Covid-19.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan,  rata-rata kasus kematian pasien Covid-19 di Kota Kediri sebesar 9,57 persen. “Angka kematian akan kami upayakan untuk terus diturunkan,” kata Fauzan.

Dokter berkacamata itu menjelaskan, penurunan angka kematian dilakukan dengan mencegah agar tidak ada lagi tambahan kasus Covid-19. Untuk bisa merealisasikannya, dia mengajak masyarakat untuk tertib menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sehingga, penularan korona bisa dicegah. 

Bagaimana jika masyarakat telanjur terpapar? Fauzan meminta agar mereka segera dibawa ke rumah sakit. Sehingga, pasien bisa segera mendapat penanganan yang optimal.

Untuk diketahui, dari total 46 kelurahan di Kota Kediri, penyebaran Covid-19 paling banyak di wilayah Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Total ada 227 orang yang terpapar, 18 di antaranya meninggal dunia.

Kecamatan Mojoroto juga mencatatkan kasus korona terbanyak. Yakni, dengan total 1.625 kasus terkonfirmasi, pasien meninggal mencapai 159 orang.

“Kepadatan penduduk ikut mempengaruhi banyaknya jumlah temuan kasus. Di sana (Mojoroto, Red) riwayat perjalanannya juga cukup tinggi,” beber Fauzan sembari menyebut kasus paling kecil ditemukan di Kelurahan Ringinanom dengan hanya tujuh warga terpapar dan kematian nol. (syi/rq/ut)

Kabupaten Kediri:

Konfirmasi : 4.013
Aktif : 8
Sembuh : 3.621
Meninggal : 384 

Kota Kediri:

Konfirmasi : 13991 +1

Aktif : 33 

Sembuh : 12774 +4

Meninggal : 1188 +1

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia