Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Kota Kediri Tak Mendapat Jatah SP 36

Pupuk Langka, Terpaksa Beli Non-subsidi

12 Januari 2022, 09: 27: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Kota Kediri Tak Mendapat Jatah SP 36

TUNGGU PUPUK SUBSIDI: Dofir, 60, petani di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri memupuk tanaman bawang merah di sawahnya menggunakan pupuk organik. Pupuk ramah lingkungan ini dipilih karena pupuk bersubsidi belum cair hingga pertengahan Januari ini. (Wahyu Adji- Radar Kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Kelangkaan pupuk subsidi di musim tanam pertama 2021 ini dikeluhkan petani. Mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam karena harus membeli pupuk non-subsidi.

          Seperti diungkapkan oleh Rifa’i, 36. Petani asal Kelurahan Ngampel, Mojoroto itu mengaku biaya operasionalnya naik tajam. Sebab, saat penanaman harus membeli pupuk non-subsidi. “Mau bagaimana lagi, sekarang ini pupuk subsidi langka. Belum ada,” keluhnya.

          Padahal, selisih harga pupuk subsidi dan non-subsidi sangat jauh. Lebih dari tiga kali lipat. Dia mencontohkan, satu sak pupuk urea non-subsidi dibanderol Rp 500 ribu. Padahal, satu sak pupuk urea subsidi berisi 50 kilogram hanya Rp 110 ribu hingga Rp 115 ribu.

Baca juga: BKD Kabupaten Kediri Kejar Target Tuntas Pemberkasan Januari

          Harga pupuk non-subsidi yang sangat mahal itu menurut Rifa’i sangat memberatkan. Meski demikian, mereka tidak mempunyai pilihan lagi karena tanaman sudah waktunya dipupuk. “Kami berharap pupuk subsidi bisa segera didistribusikan agar beban petani tidak terlalu berat,” lanjutnya.

          Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Kediri M. Ridwan yang dikonfirmasi tentang kelangkaan pupuk menyebut pupuk bersubsidi sudah ada di distributor dan kios. Distribusi pupuk bersubsidi menurutnya juga akan dilakukan Januari ini. “Tinggal menunggu SK dari Wali Kota,” terangnya.

          Data yang dihimpun koran ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi. Dari enam jenis pupuk subsidi yang disalurkan, Kota Kediri tidak mendapat alokasi untuk jenis SP 36.

          Adapun untuk pupuk NPK mendapat 845 ton. Sebanyak 101 ton di antaranya akan didistribusikan Januari ini. Kemudian, alokasi terbanyak kedua didapat untuk jenis urea sebanyak 642 ton. Bulan ini akan didistribusikan 77 ton di antaranya. 

          Selanjutnya, kuota pupuk ZA mendapat 152 ton. Khusus untuk Januari ini akan mendapat 18 ton. Ada pula alokasi pupuk organik sebanyak 313 ton. Dan pupuk organik cair sebanyak 15 liter. Penyaluran dua jenis pupuk tersebut masing-masing 38 ton dan dua liter untuk bulan ini.

          Ridwan menjelaskan, karakter Kota Kediri berbeda dengan daerah lain. Meski lahan pertanian relatif sempit dibanding daerah di sekitarnya, tetapi kebutuhan pupuk terus menerus. “Penanamannya terus berlangsung, jadi memang butuh pupuk,” bebernya. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia