Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Politik
icon featured
Politik

Seleksi Perangkat Desa di Kecamatan Gurah, Ganti Jawaban Harus Izin

07 Desember 2021, 10: 08: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Seleksi Perangkat Desa di Kecamatan Gurah, Ganti Jawaban Harus Izin

MODE FOKUS: Peserta ujian perangkat desa di Kecamatan Gurah mengerjakan soal di Balai Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah kemarin. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Ujian calon perangkat desa di Kecamatan Gurah berlangsung ketat kemarin. Peserta yang ingin mengganti lembar jawaban harus menyerahkan lembar yang lama tanpa boleh menghapusnya. Bila peserta ingin mengganti jawaban harus berkoordinasi dengan panitia, pengawas, atau pembuat soal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Ini yang menjadi terobosan bagus. Jadi nanti saat penilaian langsung tidak ada tuduhan dari peserta kepada panitia yang seolah mengganti jawaban mereka,” terang Camat Gurah Kaleb Satrio Wicaksono yang ditemui di lokasi ujian.

Bila ada peserta yang telanjur mengisi jawaban di lembar pilihan ganda dan ingin mengganti, dia harus mengangkat tangan terlebih dulu.  Kemudian meminta penggantian kerta lembar ujian. Kejadian itu juga akan ditulis di berita acara. Mulai dari jumlah lembar ujian hingga siapa saja yang mengganti lembar jawaban.

Baca juga: Sekolah 75 Persen di Kabupaten Kediri Bisa Tertunda

“Sehingga transparansi terus dijalankan,” terangnya.

Yana Syafriyana Hijri, dari Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM, menjelaskan sebelum penilaian seluruh kertas diawasi di dalam box di depan meja pengawas. Salah satunya juga dari UMM. Agar tidak ada kesempatan orang yang memasukkan atau mengambil lembar jawaban untuk diganti.

Ia juga memastikan tidak akan ada kebocoran soal. Pasalnya, soal yang dibuat langsung oleh UMM ini juga baru dibawa, dan datang dari Malang ke Kediri, kemarin sekitar pukul 09.00. Sehingga seluruh peserta yang hadir tak bisa mengakses soal sebelumnya.

“Kendala selama tes tidak ada. Kami pastikan tidak ada kebocoran dan transparansi terus kami jaga dengan pihak pemerintahan desa juga,” ujar lelaki berkacamata itu.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri D. Sampurno menjelaskan bahwa tes pemilihan perangkat desa ini baru pertama dilakukan di Kecamatan Gurah. “Kami datang hanya untuk mengawasi, bersama dengan Inspektorat juga. Agar memastikan tes berjalan dengan transparan dan terbuka. Sesuai dengan pesan dari Masbup (Bupati Dhito Pramana, Red) kemarin untuk terus tumpas adanya calo perangkat di Kabupaten Kediri,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, Rabu (8/12) akan dilakukan tes perangkat desa di Kecamatan Badas. Lalu pada Kamis (9/12) serentak di beberapa kecamatan. Pelaksanaan tes terakhir akan berlangsung Kamis (16/12).

Tes perangkat di Gurah kemarin sebenarnya diikuti 89 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Namun, yang datang untuk tes tulis hanya 88 orang. Satu peserta tidak datang dan langsung dinyatakan tak lolos.(syi/fud)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia